KONI Banten Tantang Pertina Sumbang Satu Emas

SERANG – Cabang olahraga (cabor) berkuda dipastikan tidak dipertandingkan pada PON Papua 2020. Atlet tinju ditantang KONI Banten menggantikan raihan prestasi cabor berkuda pada PON 2020 di Papua.

Sebelumnya, atlet berkuda pada PON Jabar 2016 sukses menyumbang medali emas. Tetapi, peluang menambah medali dari cabor berkuda tertutup lantaran tidak dipertandingkan pada PON Papua 2020. 

“Empat emas Banten hilang di PON Papua. Marching band yang dapat tiga emas di PON Jabar, tidak dipertandingkan (PON Papua-red). Kemudian, berkuda yang dapat satu emas ( PON 2016-red) juga tidak dipertandingkan. Pertina harus menggantikan emas yang hilang ini, minimal punyanya berkuda,” kata Ketua Umum (Ketum) KONI Banten Rumiah Kartoredjo saat Musyawarah Provinsi (Musprov) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Banten di aula KONI Banten, Sabtu (2/3).

Rumiah berharap pengurus Pertina Banten yang terpilih dapat menjawab tantangan tersebut. Pertina Banten diminta bergerak cepat menyiapkan atletnya dalam menyambut Pra PON 2019.

“Pengurus Pertina Banten harus punya program yang jitu, sudah tidak bisa berleha-leha menyambut Pra PON 2019. Karena bagaimana bisa kita mau ke PON, kalau di Pra PON tidak lolos. Apalagi kita hanya memberangkatkan atlet yang tembus tiga besar untuk ke Papua,” papar Rumiah.

Sementara itu, Ketua Pengprov Pertina Banten masa bakti 2019-2022, Very Yugangga mengaku, akan menjawab tantangan tersebut. Banten memiliki peluang menyumbang satu medali emas pada PON Papua 2020.

“Kita punya peluang untuk itu (satu emas PON Papua-red) di kelas 91 kilogram. Kita punya dua petinju yang sudah punya pengalaman, yaitu Marzuki dengan Renpri yang akan kita rekrut dari Jabar. Jadi, nanti akan kita bawa yang terbaik saja,” kata Very.

Dukungan dari seluruh pengurus dan masyarakat bakal dijawab Pertina Banten dengan persembahan prestasi terbaiknya. “Yang terpenting semua pengurus kabupaten dan kota terkover di dalamnya dan mendukung kepengurusan ini. Karena kita sudah dua PON gagal, makanya ini harus dimaksimalkan di PON Papua,” ucap Very. (Rikop B/RBG)