TANGERANG – Menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Banten 2018, Pengurus KONI Kabupaten Tangerang diinstruksikan semakin berperan aktif mempersiapkan multi event olahraga empat tahunan tersebut. Tujuannya agar Kabupaten Tangerang selaku tuan rumah Porprov V bisa menjalankan tri sukses, sukses pelaksanaan, sukses prestasi dan sukses administrasi pertanggungjawaban.

Penegasan ini disampaikan Ketua Umum KONI Kabupaten Tangerang, Komarudin saat membuka rapat pengurus, Jumat (5/5) sore. Selain persiapan Porprov, pada rapat kemarin juga dibahas beberapa tiga isu penting.

Ketiga isu tersebut seputar pendanaan kegiatan KONI Kabupaten Tangerang, pelaksanaan Porkab IV 2017 serta persoalan organisasi pengcab di bawah naungan KONI Kabupaten Tangerang. Di bidang anggaran dibahas sejumlah agenda penting terkait persiapan Porprov yakni pendanaan pembangunan prasarana olahraga. Dana sebesar Rp3,5 miliar rupiah digelontorkan untuk membangun infrastruktur untuk cabor Layar, Menembak, dan Dayung.

Pada rapat tersebut juga dibahas alokasi dana pembinaan untuk atlet, pelatih dan pengcab. “Dari anggaran yang KONI terima juga disalurkan untuk uang saku atlet yang tergabung di Tangerang Gemilang. Kalau pada tahun 2016, 118 atlet, 70 pelatih dan 100 atlet beregu mendapatkan dana pembinaan yang nilainya 750 ribu per bulan untuk atlet perseorangan dan pelatih serta 500 ribu untuk atlet beregu. Tahun ini, jumlahnya menjadi 118 atlet dan 85 pelatih. Nilainya menjadi satu juta rupiah per bulan,” papar Komarudin.

“Untuk anggaran ini porsinya paling besar hingga hampir mencapai tiga miliar rupiah,” imbuh mantan Ketua Askab PSSI Tangerang itu.

Sementara terkait persiapan Porprov, KONI Kabupaten Tangerang memutuskan untuk menambah cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Dari sebelumnya 38 menjadi 39 cabor. “Kita akan memasukkan sepeda dalam Porprov mendatang. Cabor ini sudah memiliki venue yang lebih baik dibandingkan Porprov Kota Serang tahun 2014 lalu,” timpal Ketua Tim Prestasi KONI Kabupaten Tangerang, Satim Sofyan.

Sementara terkait organisasi Pengcab naungan KONI Kabupaten Tangerang, Ketua Bidang Organisasi M Bayuni menambahkan, ada 11 pengurus cabang olahraga yang habis masa berlakunya Juni 2017. Di antaranya Gabsi (bridge), Kodrat (tarung derajat), Perserosi (sepatu roda), dan Pertina (tinju). Dari 11 pengcab tersebut, hanya ada dua yang sudah melaksanakan musyawarah yakni PSSI dan MI atau Muaythai Indonesia.
“Mereka yang belum melakukan musyawarah cabang (Muscab), kami minta segera menyelesaikannya, ini terkait dengan pendanaan pengcab. KONI pastinya tidak bisa memberikan dana pembinaan buat pengcab yang habis masa kepengurusannya,” tuntas Bayuni.

Hal tersebut diamini Sekretaris KONI Kabupaten Tangerang, Eka Wibayu yang meminta bidang organisasi menelusuri kendala 11 pengcab dalam melakukan muscab. “Ini penting selain karena pendanaan juga terkait pelaksanaan even olahraga porkab dan porprov. Karena hampir semua pengcab tadi terlibat di porkab maupun porprov,” tutupnya. (rbnn/air/ags)