Tim Monitoring Sarana dan Prasarana KONI Pusat meninjau GOR Baladika di Kompleks Olahraga Grup 1 Kopassus, Taman, Taktakan, Kota Serang, Sabtu (30/12/2017).

SERANG – Keinginan Gubernur Banten Wahidin Halim membangun sport center pada lahan 60 hektare mendapat respons positif dari Tim Monitoring Sarana dan Prasarana KONI Pusat yang melakukan kunjungan ke Banten, Sabtu (30/12/2017). Soalnya, Banten sangat membutuhkan fasilitas olahraga yang representatif untuk menggelar kejuaraan tingkat nasional maupun internasional.

Koordinator Tim Monitoring Sarana dan Prasarana KONI Pusat Chandris Simarmata mengatakan, dari hasil kunjungan ke beberapa fasilitas olahraga yang ada di Banten, hanya beberapa wilayah yang akan memiliki prasarana yang memadai. Dua di antaranya adalah Kabupaten Tangerang dan Kota Cilegon yang sedang membangun fasilitas sport center.

“Dengan rencana Pemprov Banten membangun sport center, tentu saja ini kabar baik buat pembinaan olahraga prestasi. Bukan saja di Banten, tapi juga buat Indonesia. Karena, sulit mendongkrak kemampuan atlet tanpa fasilitas olahraga yang memadai, dalam hal ini stadion dan GOR,” kata Chandris, Sabtu (30/12/2017) siang.

Chandris menambahkan, dari monitoring yang dilakukan di beberapa fasilitas olahraga, dalam hal ini GOR dan stadion sepakbola di Banten, masih merupakan bangunan lama. Meski beberapa di antaranya terawat dengan baik, namun belum memiliki standar lapangan dan fasilitas yang memadai.   “Misalnya lapangan sepakbolanya sudah oke, tapi lintasan atletiknya masih standar untuk latihan, bukan untuk pertandingan,” ujarnya.

Dengan pembangunan sport center di Provinsi Banten, dirinya yakin peningkatan prestasi di Banten akan terwujud. Selain itu, pembangunan itu juga menjadikan Banten bisa bersaing dengan provinsi lain yang sedang giat membangun fasilitas olahraga yang representatif seperti Kalimantan Selatan dan Sumatera Barat.

“Secara fondasi (atlet potensial-red), Banten sudah punya banyak. Apalagi kalau sudah ada sarana yang lengkap, Banten pasti bisa menjadi kiblat salah satu cabang olahraga berprestasi,” ujarnya Chandris.

Soal kunjungan ke beberapa fasilitas olahraga seperti Sport Center Dasana Indah, Kabupaten Tangerang, GOR Basket Ciceri, Stadion Maulana Yusuf, GOR Kopassus, Stadion Heroik Grup 1 Kopassus yang ada di Kota Serang, dikemukakan Chandris, merupakan program pengumpulan data fasilitas olahraga yang ada di provinsi seluruh Indonesia. Data itu nantinya akan diolah dan dijadikan masukan buat pemerintah pusat dalam pembangunan fasilitas olahraga di daerah.

“KONI saat ini sering melakukan pertemuan dengan Pak Jusuf Kalla, baik sebagai Wapres (Wakil Presiden-red) maupun sebagai Ketua Pengarah INASGOC (panitia Asian Games-red). Kami siapkan data apabila sewaktu-waktu Beliau menanyakan fasilitas olahraga yang ideal untuk dibangun atau digunakan. Juga sebagai masukan buat pemerintah dalam memberikan bantuan pendanaan pembangunan fasilitas olahraga agar tepat sasaran,” tutupnya.

Sekretaris Umum KONI Banten Sutaryono berharap, tim monitoring itu bisa menyampaikan kondisi apa adanya mengenai fasilitas olahraga yang ada di Banten kepada KONI Pusat dan Pemerintah Pusat.

“Fasilitas olahraga di Banten kebanyakan milik swasta. Kita berharap ada perhatian dan batuan dari pusat untuk menyamaratakan pembinaan olahraga di daerah,” katanya. (Andre Ap/RBG)