SERANG – Pelatih yang menempati peringkat pertama yang dinilai dalam Bimbingan Teknis (Bintek) Peningkatan Kompetensi Pelatih Cabang Olah Raga mendapatkan “reward” dari KONI Kota Serang untuk mengikuti pelatihan pelatih di Australia.

Sedangkan peringkat kedua sampai sepuluh ikut serta pelatihan pelatih nasional. Hal tersebut dikatakan Ketua Umum KONI Kota Serang, Deni Arisandi, MG saat Bintek Peningkatan Kompetensi Pelatih Cabang Olahraga diHotel Ratu, Kamis (9/11),

“Sebagai bukti keseriusan kami meningkatkan kualitas pelatih, kami memberikan penghargaan itu. Kami berharap, hal tersebut dapat menambah motivasi pelatih untuk berprestasi di Porprov V,” katanya.

Terkait pelaksanaan bintek ini, Wakil Ketua II KONI Kota Serang, Dhany Okta Ramdhani mengatakan, hasil pre test dan post test tentang dasar-dasar keolahragaan dan penyusunan program latihan para pelatih kegiatan ini cukup menjanjikan. “Lalu, di tambah ilmu dari para pemateri yang didatangkan langsung dari Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung seperti Mulyana, pastinya menambah wawasan dan pengetahuan pelatih kita. Makanya saya optimistis,” papar Dhany.

Dhany berharap, ilmu yang didapat bisa diaplikasikan kepada atlet. “Jangan sampai usai acara ini hanya disimpan saja. Harus diaplikasikan agar inputnya prestasi maksimal di Porprov V Banten,” ujar Dhany yang menjabat Ketua Panitia Bintek peningkatan Kompetensi Pelatih Cabang Olahraga.

Terpisah, Sekretaris Umum KONI Kota Serang, Ajat Sudrajat mengatakan, berbagai kegiatan yang dilaksanakan sebagai bukti keseriusan berprestasi di Porprov.

“Buktinya, untuk meningkatkan kualitas, kami akan kirim pelatih mengikuti pelatihan pelatih di luar negeri dan nasional. Kami ingin membuktikan diri Kota Serang mampu menjadi juara di kandang macan dan pelatih menjadi salah satu pendukung utama,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu pelatih cabang olahraga wushu, Iva Ainul Wafa mengaku senang dengan adanya acara bintek ini. Pasalnya, sangat bermanfaat bagi pelatih untuk menyusun periodik latihan kedepannya. “Saya malahan berharap kegiatan seperti ini dilakukan terus setiap tiga bulan sekali agar kami bisa mengupdate kembali wawasan kami tentang penyusunan program latihan,” pungkasnya. (*)