Konsumsi Ikan di Masyarakat Banten Belum Merata

0
705 views
Kepala Dinas Kelautan dan Perikatan (DKP) Provinsi Banten Suyitno (kanan), Anggota Komisi IV DPR RI Nuraeni (kedua dari kanan), dan Dirjen Penguatan Daya Saing Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Berny A Subki (ketiga dari kanan) tengah membakar ikan laut di acara Safari Gemarikan, di Kantor PPN Karangantu, Kasemen, Minggu (8/3).

SERANG – Konsumsi ikan di masyarakat Banten belum merata. Sehingga, konsumsi ikan harus ditingkatkan. Salah satu tujuannya, menekan angka pertumbuhan tubuh pendek atau stunting. Demikian terungkap dalam acara Safari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang digelar di Kantor Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Karangantu, Kasemen, Minggu (8/3).

Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Nuraeni, mengatakan, sosialisasi pentingnya mengkonsumsi ikan perlu ditingkatkan. Nilai konsumsi ikan di Banten sudah cukup besar mencapai 40,23 kilogram (kg) per kapita. “Angkanya (Konsumsi ikan-red) sudah besar, tapi belum merata,” ujarnya usai acara.

Politikus Fraksi Demokrat itu mendorong, agar pemerintah lebih optimal melakukan sosialisasi Gemarikan. Tidak hanya dilakukan untuk masyarakat umum. Tapi, masuk ke pesantren, dan sekolah. “Agar anak-anak muda kita gemar makan ikan. Tidak lagi anak-anak kita cenderung, memakan makanan cepat saji,” terangnya.

Mantan Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten itu mengatakan, ikan memiliki kandungan omega 3, protein, lemak. Kandungan ikan tersebut mampu mendorong sumber daya manusia yang unggul. “Makan ikan juga bermanfaat menekan angka stunting (badan pendek-red),” katanya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikatan (DKP) Provinsi Banten, Suyitno mengatakan, pada 2019 terdapat peningkatan konsumsi ikan dibanding tahun lalu. Yakni, 38,6 kg per kapita menjadi 40,23 kg per kapita. “Selera masyarakat kita sudah mulai naik. Tiap tahun meningkat,” katanya.

Sementara Direktur Jenderal (Dirjen) Penguatan Daya Saing Kelautan dan Perikanan pada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Berny A Subki mengatakan, program gemarikan ini bertujuan mendorong antusiasme masyarakat untuk mengonsumsi ikan.

“Banten memiliki potensi ikan yang bagus. Ada 15 sampai 20 ton ikan tangkap yang masuk ke PPN (Pelabuhan Perikanan Nusantara-red) Karangantu, belum lagi hasil budidayanya,” katanya.  (fdr/nda/ags)