Konsumsi Sabu Hasil Utang, Ibu Rumah Tangga Dibui

ilustrasi (foto: istimewa)

SERANG – Yeni Vitrianingsih (35) duduk sebagai pesakitan di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Rabu (12/6). Ibu rumah tangga (IRT) asal Perumahan Bukit Tirta Nirmala, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, itu dituduh atas penyalangunaan narkotika.

Yeni kini harus mendekam dalam Rutan Klas II B Serang. Dia diringkus polisi di kediamannya, Selasa (15/1). Satu alat isap sabu-sabu atau bong ditemukan petugas Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Banten dari kamar Yeni. Sebelum digerebek, Yeni sempat mengonsumsi sabu-sabu. Satu bungkus plastik bening berisi sabu-sabu sisa pakai juga ditemukan petugas.

“Terdakwa gunakan (sabu-sabu-red) untuk konsumsi sendiri dan selanjutnya terdakwa beserta barang bukti dibawa ke Polda Banten untuk diproses lebih lanjut,” kata jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Banten Devy membacakan surat dakwaan di hadapan majelis hakim yang diketuai Heri Kristijanto.

Narkotika golongan satu itu didapat Yeni dari seorang pengedar yang biasa dipanggil Kuda. Yeni tergiur menerima tawaran Kuda lantaran sabu-sabu seberat 1,1 gram itu boleh diutang. “Terdakwa jawab boleh enggak utang? Kuda menjawab Entar saya pikir-pikir dulu. Komunikasi kemudian terputus,” kata Devy menirukan percakapan Kuda dan Yeni.

Setelah disepakati, Yeni diminta mengambil paket sabu-sabu tersebut di dekat tugu Perumahan Bukit Tirta Nirmala. Pengedar yang sedang dicari polisi itu pergi usai meletakkan paket sabu-sabu tersebut.

Satu paket kecil narkotika itu dibawa Yeni pulang ke rumah. Sabu-sabu itu kemudian dipecah menjadi dua bungkus. Sebungkus diletakkan di atas kulkas. Sedangkan satu bungkus lagi dikonsumsi.

“Terdakwa (Yeni-red) mengambil sabu tersebut di depan tugu atau gapura masuk perumahan tempat tinggal terdakwa,” kata Devy.

Atas perbuatannya, Yeni dikenakan dakwaan alternatif. Dakwaan pertama, Pasal 114 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Kedua, Pasal 112 ayat (1) Undang-undang yang sma. “Ketiga, Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” tutur Devy.

Yeni melalui kuasa hukumnya Ely Nursamsiah menyatakan tidak keberatan atas surat dakwaan. Sidang kembali digelar pada Rabu (19/6) dengan agenda keterangan saksi. (mg05/nda/ira)