Konsumsi Sabu, Satpam Diciduk Polisi

0
1.189 views
PERANG TERHADAP NARKOBA: Ditresnarkoba Polda Banten memperlihatkan para tersangka penyalahgunaan narkotika beserta barang buktinya. FOTO: WANDA/RADAR BANTEN

SERANG – Budiani alias Budi (21), tenaga keamanan di sebuah bank milik negara di Kota Serang diciduk polisi usai membeli sabu-sabu di daerah Ciracas, Kota Serang, Jumat (14/7) lalu. Budi beralasan mengonsumsi sabu-sabu agar tetap merasa bugar saat bekerja.

Budi ditangkap di kediamannya di Kampung Benggala Tengah, Kelurahan Cipare, Kecamatan Serang. Saat ditangkap, Budi baru saja mengambil pesanan sabu-sabu dari salah seorang warga binaan berinsial P. “Dia baru saja mengambil sabu-sabu di depan Perumahan Puspa Regency, Ciracas. Tidak bertemu langsung dengan penjualnya. Jadi sistem lempar. Ambil barang di suatu tempat,” jelas Kasubdit II Ditresnarkoba Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Irwansyah di Mapolda Banten, Kamis (21/7).

Saat digeledah, polisi menemukan satu buah plastik bening berisi sabu seberat 0,54 gram yang disimpan di dalam kemasan sosis. Kemasan sosis itu disembunyikan di saku celana Budi. Selain itu, polisi mendapati dua linting ganja dengan berat 1,6 gram. “Dia ini dapat (sabu-sabu-red) dari P. P ini napi di lapas yang dulu pernah kita tangkap karena kasus yang sama. Jadi, dia pesan dan transfer uangnya,” kata Irwansyah.

Sementara, Budi mengaku baru sekali memesan narkotika golongan satu itu kepada P. Dia mengenal P melalui media sosial. “Saya beli Rp300 ribu. Pesan lewat telepon, enggak ketemu sama orangnya,” kata Budi.

Budi beralasan mengonsumsi sabu-sabu untuk menambah stamina ketika harus bertugas sebagai keamanan pada malam hari. “Biar enggak ngantuk kalau jaga jam malam. Segar aja,” katanya.

Budi disangka Pasal 114 ayat 1 Jo pasal 112 ayat 1 dan pasal 111 ayat 1 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Pada hari yang sama, Polisi juga menciduk seorang pengguna narkotika jenis ganja. Mohammad Iqbal (23) dibekuk polisi di pinggir jalan Kompleks Graha Siena, Kelurahan Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang. Mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Jakarta Timur itu kedapatan menguasai satu linting ganja dan dua paket kecil ganja seberat 5,7 gram. Dua paket ganja itu ditemukan dalam satu bungkus rokok. “Saya beli dari Gan. Ya biar biar tenang aja,” kata Iqbal.

Penyalahgunaan narkotika kembali diungkap polisi. Selasa (18/7), polisi menciduk Najat. Pengangguran itu dibekuk di depan sebuah mini market di Kampung Tanjakan, Kelurahan Patersana, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang.

Najat dibekuk sesaaat setelah membeli sabu-sabu dari R seharga Rp600 ribu. Dua bungkus sabu-sabu disembunyikan Najat dalam lipatan dua lembar uang pecahan Rp2.000. “Satu di dalam saku celana depan. Sedangkan, satu lagi ditemukan di dalam dasbor motor milik tersangka. Jadi plastik sabu-sabu itu disembunyikan dalam uang yang dilipat. Sepintas, tidak akan ketahuan,” jelas Irwansyah.

Kabag Ops Ditresnarkoba Polda Banten AKBP RM Tohir menegaskan penangkapan terhadap para pelaku penyalahgunaan narkotika akan terus dilakukan untuk menekan peredaran narkotika. “Kami akan terus melakukan perang terhadap penyalahgunaan narkotika,” kata Tohir. (Merwanda/RBG)