Kontestan Miss Universe 2018 perwakilan dari negara Indonesia, Sonia Fergina Citra berpose saat Press Junket di IMPACT Arena, Bangkok, Thailand, Jumat (14/12). Foto: Jawa Pos

BANGKOK – Kontes ratu sejagat Miss Universe 2018 terus bergulir. Senin pagi (17/12) akan diketahui siapa penerus Miss Universe 2017 Demi-Leigh Nel-Peters dalam final show di IMPACT Arena, Bangkok.

Menjelang hari penting tersebut, muncul nama-nama yang dijagokan sebagai pemenang. Biasanya, wajah si kontestan yang difavoritkan itu sering muncul di linimasa media sosial maupun portal beauty pageant. Istilah kerennya hot picks.

Tahun ini, jajaran hot picks bisa dibilang cukup beragam. Ada yang berasal dari Amerika, Eropa, Asia-Pasifik, dan Afrika. Hal itu menunjukkan bahwa kekuatan atau popularitas peserta di Miss Universe tersebar rata ke berbagai negara.

Salah satu yang masuk dalam daftar favorit itu adalah Catriona Gray, kontestan asal Filipina. Sebelum kontes dimulai, perempuan yang masuk dalam Top 5 Miss World 2016 itu memang menjadi sorotan di kalangan pencinta kontes kecantikan. Pengalaman Catriona di Miss World 2016 dinilai menjadi bekal untuk sukses di Miss Universe 2018. Hal itu ditunjang wajah campuran Filipina-Australia-nya yang menawan serta tubuhnya yang aduhai.

Saat mengikuti preliminary show pada Kamis malam (13/12), penampilan Catriona mendulang respons apik. Tak heran, di linimasa Instagram, perempuan 24 tahun itu rajin nongol. Terlebih saat dia melakukan gerakan berputar di panggung dengan swimsuit warna fuchsia.

Catriona merasa terhormat saat tahu dirinya difavoritkan sebagai pemenang. Di Filipina, kontes kecantikan disikapi dengan sangat antusias. Filipina tergolong kuat dalam kontes kecantikan. Filipina kali terakhir menang dalam Miss Universe pada 2015. Kala itu, Pia Wurtzbach terpilih sebagai pemenang.

Saat ditemui di press junket kemarin siang (14/12) di ruang Venus, IMPACT Arena, Catriona menjadikan sambutan positif tersebut sebagai suntikan semangat. “Ini kan kesempatan sekali seumur hidup. Jadi, aku harus selalu bersemangat mengikuti dan menikmati tiap momen,” ungkap Catriona antusias.

Ditanya tentang rahasia menjadi kontestan favorit, Catriona menjawab diplomatis. “Jadi diri sendiri aja dan selalu menjadi orang yang terus berjuang,” ujarnya santai.

Dengan menjadi diri sendiri, Catriona ingin para suporter mendukungnya sepenuh hati. Dia semakin bersemangat saat melihat suporter Filipina datang mendukungnya langsung di preliminary show.

Wakil Asia lain yang juga menjadi favorit adalah Sophida Kanchanarin asal Thailand. Perempuan asal Bangkok tersebut mendapat sambutan luar biasa di preliminary show. Sebagai tuan rumah, Sophida bisa dibilang punya tanggung jawab lebih. Selain merepresentasikan negaranya, dia harus menjadi tuan rumah yang baik.

“Saya harus menunjukkan bahwa Thailand itu layak menjadi lokasi diselenggarakannya Miss Universe,” tuturnya.

Dengan masuk jajaran hot picks, Sophida cukup termotivasi. Dia kini bekerja keras. Thailand kali terakhir menang dalam Miss Universe pada 1988 alias 30 tahun lalu berkat terpilihnya Porntip Nakhirunkanok. “Semoga saya bisa membawa kembali mahkota setelah 30 tahun,” ujar perempuan 23 tahun itu berharap.

Selain Asia, Afrika sukses masuk dalam jajaran peserta favorit. Dia adalah Tamaryn Green, kontestan Afrika Selatan. Tahun lalu Demi-Leigh yang mewakili Afrika Selatan sukses menjadi Miss Universe kedua dari Afrika Selatan. Mahkota sebelumnya disematkan di kepala Margaret Gardiner pada 1978.

Pesona dan kecantikan khas perempuan Afrika membuat Tamaryn dikagumi. Model 24 tahun itu juga digadang-gadang sebagai pemenang. “Tentu aku merasa terhormat karena banyak yang percaya aku bisa meneruskan jabatan Demi-Leigh,” kata Tamaryn.

Sementara itu, meski tak mendominasi, para wakil dari Amerika tetap mendapat dukungan dan sambutan positif. Misalnya, perwakilan Kolombia Valeria Morales. Ada pula Andrea Toscano yang mewakili Meksiko. Dengan mantap, Andrea ingin mengulang kesuksesan Ximena Navarette, Miss Universe 2010 asal Meksiko. “Kami sudah lama lho tidak merayakan kemenangan di kontes kecantikan sebesar ini,” ujar Andrea optimistis. (jpg/air/ags)