Kontingan Banten MQK Tingkat Nasional Harus Menang

0
73
SERANG – Gubernur Banten Wahidin Halim hari ini melepas kontingen Provinsi Banten pada ajang Musabaqoh Qiratil Kutub (MQK) tingkat nasional di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kecamatan Curug, Kota Serang.
Dalam sambutannya, pria yang akrab di sapa WH tersebut mengungkapkan, Banten merupakan daerah yang memiliki sejarah yang baik dalam persoalan kitab.
“Syeh Nawawi Tanara itu penulis kita yang diakui dunia, sekarang di Cidahu, Pandeglang, ada Abuya Muhtadi yang faham dengan kitab, makanya di lomba nanti harus menang,” kata WH, Senin (27/11).
WH menjelaskan, orang-orang di daerah Banten menjadikan ulama dan pondok pesantren di Banten sebagai rujukan. Bahkan, dalam urusan kitab, Banten menjadi rujukan dunia.
“Orang dari Jawa Timur, Jawa Tengah, mengaggumi, Banten jadi rujukan. Kemarin-kemarin ada yang ziarah dari Surabaya. Bahkan setahu saya abuya Muhtadi sebagai corrector kitab yang dari Maroko, dari negara arab, yaman, Iran, dari mana-mana,” kata WH.
“Dan bukan hanya beliau saja yang faham, kalau sampai nanti gak dapet juara, pak kanwil ini harus tanggung jawab,” kata WH.
Di depan para peserta, WH pun mengaku akan menyiapkan hadiah jika para peserta berhasil menjadi juara, minimal juara tiga seperti ditargetkan Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Banten..
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Banten Bazari Syam mengatakan, MQK keenam tingkat nasional ini merupakan perwujudan kemajuan pondok pesantren dalam menjelaskan isi kitab.
pada MQK yang akan diselenggarakan di Jepara, peserta Banten sebanyak 67 peserta dan 10 pembina. Banten mengikuti seluruh cabang perlombaan yang ada.
“Kami bertekad untuk merebut paling tidak tiga besar secara nasional. sebelumnya Banten tidak berhasil masuk 10 besar secara nasional,” katanya.
Menurut Bazari, para peserta dari Banten ini hasil proses seleksi yang ketat. 12 Agustus pihaknya melakukan seleksi tingkat Banten dengan juri independen, setelah itu tiga hari para kontingen Banten mengikuti training center, lalu Kemenag pun melakukan pendekatan emosional dengan pimpinan ponpes untuk memberikan pembinaan bagi santrinya yang akan mewakili Banten.
“Kami optimis di MQK tahun ini Banten akan tampil lebih baik,” katanya. (Bayu Mulyana/coffeanfchococake@gmail.com)