Korban Banjir Bandang Lebak Utara Masih di Pengungsian

0
858 views

LEBAK – Anggota DPRD Lebak Muhamad Agil Zulfikar mengaku prihatin dengan kondisi korban banjir bandang di Lebak Utara yang kini masih tinggal di pengungsian. Dia meminta pemerintah tidak melupakan ribuan korban banjir di Sajira, Cimarga, dan Lebakgedong yang tinggal di hunian sementara dengan beralaskan karpet.

“Korban banjir bandang 1 Januari 2020 belum mendapatkan hak-haknya seperti dana tunggu hunian (DTH) yang dijanjikan pemerintah pusat Rp500 ribu per kepala keluarga (KK) dan dana bantuan untuk rumah yang rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat,” kata Muhamad Agil Zulfikar kepada Radar Banten, Minggu (7/6).

Padahal, para pengungsi korban banjir ingin segera membangun kembali rumahnya yang hanyut terbawa banjir. Mereka sekarang tinggal di hunian sementara dengan kondisi yang cukup memprihatinkan. Bahkan, saat lebaran pun mereka hidup dalam keterbatasan. Ditambah lagi sekarang terjadi pandemi corona yang membuat perhatian pemerintah dan dermawan tidak lagi ke pengungsi.

“Saya minta Pemkab Lebak terus mendorong agar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyalurkan bantuan DTH dan stimulus untuk pembangunan rumah warga terdampak banjir bandang,” tegasnya.

Selain itu, mantan aktivis mahasiswa ini juga  kecewa dengan Pemkab. Karena dinilai kurang mendorong lembaga manajemen aset negara (LMAN) untuk percepatan pembebasan lahan Waduk Karian di Sajira dan Cimarga. Jika telah dilakukan pembebasan masyarakat di sana ingin segera membangun rumah permanen.

“Semoga pemerintah segera merealisasikan pembebasan lahan untuk Waduk Karian. Jangan dibiarkan, karena masyarakat yang menjadi korban,” ungkap politisi Partai Gerindra ini.

Ahmad, korban banjir di Pajagan, Kecamatan Sajira, berharap, pemerintah segera merealisasikan bantuan untuk korban banjir bandang di wilayahnya. Termasuk mempercepat proses pembebasan lahan Waduk Karian. Jika itu tidak dilakukan maka masyarakat korban banjir nasibnya akan terkatung-katung. Sementara rumah mereka sudah rata dengan tanah akibat banjir bandang di awal tahun 2020.

“Pengungsi korban banjir hidup dalam kesulitan. Mereka sebagian tinggal di hunian sementara. Sedangkan sebagian lagi tinggal di rumahnya masing-masing,” tukasnya.(Mastur)