Korban Hanyut di Bedolan Pamarayan Ditemukan

0
1.111 views

SERANG – Ateng (45), warga Kampung Baru Rt 06 Rw 07, Desa Baru, Kecamatan Pamarayan, yang terseret arus saat mengikuti Festival Bedolan Pamarayan berhasil ditemukan 500 meter dari lokasi kejadian sekira 09.30 WIB, Sabtu (14/10).

Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Ateng meninggalkan satu istri bernama Kulsum, satu anak perempuan dan dua anak laki-laki. Korban sudah dimakamkan di TPU setempat pukul 12.00 WIB. Sejumlah pelayat terus berdatangan ke rumah kediaman.

“Barusan aja (siang tadi-red) dimakamkan. Pas dohor itu,” kata kakak ipar korban Soedah, Sabtu (14/10).

Sayang, keluarga enggan memberi keterangan lebih lanjut. Mereka mengaku masih syok atas kejadian ini. “Pokoknya udah jelas, kaya gitu aja kejadiannya,” ungkapnya lagi seraya menyilangkan tangan.

Operator Pusdalops BPBD Kabupaten Serang Sahadatullah mengatakan korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, oleh warga setempat dan SAR gabungan.

“Alhamdulillah sudah diketemukan pak. Tadi dapat informasi dari Tim SAR Gabungan di lapangan,” katanya melalui pesan singkat, (14/10).

Ia mengimbau pada warga yang mengikuti bedolan harap lebih berhati-hati. Mengingat aliran air sangat deras sekali, dan dapat dilihat tidak ada warga yang berani menuju ke tengah sungai.

“Di sisi sungai saja sudah cukup dan gunakan peralatan keamanan seperti pelampung dan sebagainya,” sarannya.

Lantas ditemukannya Ateng dibenarkan oleh Petugas BPBD Kabupaten Serang Rifai.

“Korban sudah kami serahkan ke keluarga. Saat ini ada di rumah duka dan telah disemayamkan,” tukasnya singkat.

Sempat diberitakan, dua warga hanyut saat mengikuti Festival Bedolan Pamarayan, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, sekira 10.30 WIB, Kamis (12/10).

Dua korban itu, yakni Jupri (30) dan Ateng (45), dari Kampung Baru RT 06 RW 07, Desa Baru, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang. (Anton Sutompul/antonsutompul1504)