Korban Hanyut Ditemukan 11 KM, Terseret Hingga ke Bojonegara

Jasad korban terseret arus saat akan dikebumikan di Pemakaman Lingkungan PGRI, Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, Rabu (6/5).

CILEGON – Jasad Sukmawijaya (38), korban yang tenggelam terseret arus saat banjir di Kelurahan Gedongdalem, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon pada Selasa (5/5) lalu ditemukan di muara laut Bojonegara, Kabupaten Serang, Rabu (6/5).

Warga Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon ditemukan mengapung tak bernyawa.

Lurah Masigit Rohimin menceritakan, jasad Sukma pertama kali ditemukan oleh nelayan setempat sekira pukul 08.30 WIB. Penemuan itu pun dilaporkan ke ketua RT setempat, dan kemudian dilaporkan ke Bhabinkamtibmas.

Selanjutnya, informasi tersebut pun dilaporkan ke tim pencarian korban di Kota Cilegon. “Untuk memastikan, gabungan tim pencarian bersama keluarga langsung mendatangi lokasi, setelah dilihat ternyata benar jasad tersebut adalah korban yang terseret arus kemarin,” ujar Rohimin kepada Radar Banten, Kamis (7/5).

Sesuai permintaan keluarga, jasad korban pun langsung dibawa ke rumah duka di Kompleks Metro Cilegon untuk disemayamkan.

Menurut Rohimin, setibanya di rumah duka, proses pemulasaran jenazah pun langsung dilakukan oleh keluarga. Selanjutnya, setelah disalatkan, jenazah dimakamkan di pemakaman Lingkungan PGRI, Kelurahan Masigit. Proses pemakaman rampung sekira pukul 17.30 WIB.

Rohimin berharap, keluarga korban diberikan ketabahan, kemudian, bagi masyarakat lainnya, diharapkan musibah itu menjadi pelajaran untuk meningkatkan kewaspadaan dalam situasi apapun.

Ia pun berterima kasih kepada tim gabungan yang telah bekerja keras berupaya mencari dan menyelamatkan korban dari bencana tersebut.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kasubsi Ops Basarnas Banten, Heru Amir menjelaskan, pihaknya mendapat informasi penemuan jasa korban tersebut sekira pukul 10.30 WIB.

Saat tiba di lokasi, jasad korban sudah berada di laut Bojonegara, Kabupaten Serang. Jika dihitung dari titik awal tenggelam, yaitu di Kali Tumpang, Kelurahan Gedongdalem, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, jarak ditemukannya korban yaitu 11 kilometer. “Posisi sudah mengambang, yang pertama menemukan nelayan,” ujar Heru.

Jauhnya jarak penemuan jasad korban dari titik tenggelam diduga akibat derasnya arus sungai. Tenggelamnya korban sendiri diketahui berawal saat hendak mengunjungi saudaranya di Gedongdalem yang terkena banjir. Saat di lokasi kejadian, korban yang membawa dua anaknya menghentikan sepeda motor yang dikemudikan untuk melihat air banjir yang menggenangi akses jalan di kelurahan tersebut.

Saat itulah, salah satu anak korban menarik tuas gas, sehingga motor melaju kehilangan kendali dan jatuh. Kemudian tubuh korban terseret aliran irigasi seluas satu meter.

Derasnya aliran irigasi menyeret tubuh korban ke sungai Kali Tumpang. Dua anaknya selamat, sedangkan korban terseret arus hingga akhirnya baru ditemukan di Bojonegara, Kabupaten Serang. (bam/air)