Korban Kerusuhan Wamena Asal Kota Serang Dapat Modal Usaha

SERANG – Warga Kota Serang terdampak kerusuhan Wamena, Papua, dan sekitarnya mendapat bantuan modal usaha dari Pemkot Serang. Mereka juga dimasukkan sebagai penerima manfaat program kelompok usaha bersama (Kube) Kota Serang.

Jumlah bantuan modal usaha yang diberikan sebesar Rp5 juta kepada empat kepala keluarga (KK). Bantuan diberikan Walikota Serang Syafrudin saat mengundang mereka ke kantornya di kawasan Kota Serang Baru (KSB), Cipocokjaya, Kota Serang, Rabu (6/11).            

“Dari empat keluarga ini ada 11 orang saya sengaja undang ke sini,” kata Walikota Serang Syafrudin didampingi Asisten Daerah (Asda) I Pemkot Serang Komarudin usai memberikan bantuan.    

Syafrudin bersyukur warganya yang dipulangkan Pemprov Banten dari Papua dalam keadaan sehat. Ia juga mengapresiasi Pemprov Banten yang sudah memulangkan mereka.

Kata dia, Pemkot hanya bisa memberikan bantuan senilai Rp5 juta untuk modal usaha. “Memang jumlahnya tidak banyak, satu keluarga Rp5 juta dan itu bukan dari APBD,” ujarnya.

Meski jumlahnya tidak besar, Syafrudin berharap, bantuan tersebut dapat  membantu sebagai modal usaha. “Mudah-mudahan mereka bisa berdagang dan tidak usah kembali ke Wamena,” pintanya.

Melalui Dinas Sosial Kota Serang, lanjutnya, empat keluarga tersebut juga  sudah didata untuk masuk sebagai penerima manfaat Kube. “Sudah didata untuk 2020 bisa menjadi anggota Kube Kota Serang. Mudah-mudahan mereka produktif dan ekonominya semakin baik,” ujar Syafrudin.

Nurhasanudin mewakili rekannya-rekannya mengucapkan terima kasih atas perhatian Pemkot Serang. “Terima kasih kepada Pak Syafrudin, karena Beliau lah yang pertama hubungi kami, serta dari situ menyebar ke Pak Gubernur dan daerah lain sehingga kami dan lainnya bisa dipulangkan,” ujarnya.

Pria yang bekerja sebagai pedagang bubur di Papua itu mengaku, akan  memanfaatkan bantuan dari Pemkot untuk modal usaha. Ia berencana akan melanjutkan jualan bubur ayam di Kota Serang. “Insya Allah akan kami gunakan sebaik-baiknya untuk dagang bubur seperti di Papua,” katanya.

Ia mengaku belum kepikiran untuk kembali ke Papua. Ia akan berusaha membuka usaha di Kota Serang dengan modal yang diberikan Pemkot atau Pemprov sebelumnya. “Kalau kembali ke Papua itu pilihan terakhir. Saya lebih memilih usaha di Kota Serang,” cetus Nurhasanudin. (ken/alt/ira)