Korban Pencabulan di Cilegon Alami Trauma

CILEGON – Sebanyak 13 korban dugaan pencabulan AJ, warga Lingkungan Sumampir, RT 02/05, Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, mengalami trauma. Saat ini, mereka mendapatkan pendampingan untuk pemulihan dari Pusat Pelayanan dan Perlindungan Keluarga Cilegon (P3KC).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Cilegon Heni Anita Susila mengaku prihatin dengan kasus pencabulan belasan anak tersebut. “Pelaku tak punya rasa perikemanusiaan lantaran sudah tega melakukan pencabulan terhadap anak-anak,” terang Heni kepada Radar Banten, Jumat (13/7).

Heni menuturkan, sudah melakukan penanganan terhadap korban dugaan pencabulan. “Yang menangani langsung P3KC (Pusat Pelayanan dan Perlindungan Keluarga Cilegon). PK3C juga sudah menurunkan psikolog untuk memberikan pendampingan” tutur Heni.

Heni menjelaskan, penanganan yang dilakukan oleh psikolog, yaitu memberikan konseling dan trauma healing terhadap mereka. “Korban ini kan anak-anak semua dan mereka masih trauma. Jadi, kita berikan pendampingan,” jelas mantan sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Cilegon.

Selain diberikan konseling, pihaknya juga memberikan layanan visum terhadap korban. “Untuk biaya semua ditanggung Pemkot,” imbuhnya. Pendampingan tidak hanya dilakukan oleh P3KC, tapi juga dilakukan oleh Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Cilegon.

Terpisah, Paur Humas Polres Cilegon Ipda Sigit Darmawan mengatakan, sampai saat ini belum ada perkembangan apa pun terkait kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oleh AJ. “Belum ada perkembangan apa-apa untuk saat ini,” tandasnya. (Umam/RBG)