Korban Tenggelam di Bekas Galian Pasir Ditemukan Tewas

Petugas tim pencari mengangkat jenazah Dika yang tenggelam di waduk bekas galian pasir di Lingkungan Ciberko, RT/RW 02/03, Kelurahan Kalitimbang, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Sabtu (9/6).

CILEGON – Dika (27), korban tenggelam di waduk bekas galian pasir di Lingkungan Ciberko, Kelurahan Kalitimbang, Kecamatan Cibeber, pada Jumat (8/6) lalu ditemukan tewas oleh tim pencari, Sabtu (9/6) sekira pukul 08.30 WIB. Korban yang hendak memancing itu ditemukan oleh tim pencari dengan cara dipancing.

Informasi yang diperoleh, Dika, warga Lingkungan Penakodan, Kelurahan Cikerai, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, tak kunjung ditemukan oleh tim pencari setelah melakukan pencarian sampai sekira pukul 18.00 WIB pada Jumat (8/6) lalu. Tim pencari memutuskan untuk melanjutkan pencarian keesokan harinya, yakni pada Sabtu (9/6). Pencarian dimulai sekira pukul 06.00 WIB, tim masih melakukan manuver atau membuat gelombang buatan, tetapi tak berhasil lantaran kedalaman waduk bekas galian pasir itu mencapai kurang lebih 20 meter.

Tim tidak kehilangan akal, tim pun berinisiatif membuat pancingan dengan menggunakan tali karmantel yang biasa digunakan untuk panjat tebing, di ujung tali tersebut diberikan kail lalu ditarik ke segala arah berharap korban tersangkut pada kail yang dibuat oleh tim pencari. Sekira pukul 08.30 WIB, akhirnya korban tersangkut pada kail yang dibuat oleh tim.

Korban yang berhasil ditemukan oleh petugas langsung dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM). Saat petugas mengevakuasi korban, ditemukan di dalam kantong celana korban satu unit handphone Polytron, satu buah korek api, satu bungkus rokok, dan dompet milik korban yang berisikan STNK. Namun, kendaraan korban Jupiter Z dengan nomor polisi A 3985 FY belum berhasil ditemukan.

Kasi Tanggap Darurat pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon Ahmad Mafruh mengatakan, tim pencari melakukan pencarian pada Jumat sampai sekira pukul 18.00 WIB. Lantaran kondisi sudah gelap, akhirnya tim pencari sepakat melakukan pencarian pada keesokan harinya. “Kita stop dulu pencarian pada Jumat kemarin karena tidak mungkin malam-malam kita melakukan pencarian, lagian kan gelap jadi kita lanjut besok (Sabtu-red),” katanya.

Kata Mafruh, tim pencari melakukan pencarian pada Sabtu sekira pukul 06.00 WIB dan berinisiatif membuat pancingan dengan menggunakan tali karmantel yang biasa digunakan untuk panjat tebing. “Akhirnya pada pukul 08.30 WIB korban menyangkut di kail,” ujarnya.

Terkait kendaraan korban, Mafruh mengungkapkan, memang tidak dilakukan pencarian oleh tim lantaran tim fokus terhadap pencarian korban. Jika memang keluarga dan warga ingin melakukan pencarian terhadap kendaraan korban, dipersilakan.

Sementara itu, Kapolsek Cibeber AKP Dedi Rudiman mengatakan, korban ditemukan oleh tim pencari pada Sabtu (9/6) sekira pukul 08.30 WIB. Korban langsung dibawa ke RSKM. “Korban sesuai dengan kesepakatan keluarganya akan dimakamkan di Keluarahan Cikerai, Kecamatan Cibeber,” katanya melalui pesan singkat WhatsApp, Sabtu (9/6).

Kata Dedi, tim pencari terdiri atas BPBD Kota Cilegon, Basarnas Banten, Polsek Cibeber, Damkar Kota Cilegon, Palang Merah Indonesia (PMI), Kodim Kota Cilegon, Koramil Kota Cilegon, dan Tagana Kota Cilegon. “Itu semua tim gabungan yang diterjunkan untuk melakukan pencarian kepada korban dan berhasil ditemukan korban,” tukasnya.

Camat Cibeber Noviyogi mengatakan bahwa selama dirinya menjabat menjadi camat sudah kurang lebih empat tahun, peristiwa tenggelamnya orang di bekas galian pasir itu sampai menyebabkan kematian baru terjadi kali ini. “Jauh sebelum saya menjabat di sini, kubangan bekas galian itu sudah ada. Saya juga tidak tahu awal kubangan itu terjadi,” tukasnya melalui sambungan telepon kepada Radar Banten, Minggu (10/6). “Di situ juga sering ada warga yang memancing. Untuk luasnya, saya juga kurang tahu,” katanya. (Adi/RBG)