Sejumlah penumpang KMP Lestari Maju tengah menyelamatkan diri dari kapal yang kandas akibat diduga kebocoran lambung, Selasa (3/7). (Istimewa)

SULSEL – Nakhoda dan pemilik kapal merupakan orang terakhir yang berhasil dievakuasi dari atas kapal KMP Lestari Maju yang kandas di Perairan Selayar, Sulawesi Selatan. Evakuasi para penumpang di atas kapal telah selesai dilakukan dini hari tadi (4/7) pukul 00.05 WITA dengan menggunakan kapal-kapal nelayan dan tim SAR terpadu.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut R Agus H. Purnomo mengatakan bahwa sisa penumpang di atas kapal KMP Lestari Maju sudah berhasil dievakuasi dengan selamat.

“Proses evakuasi penumpang di atas kapal sudah selesai tadi pagi sekitar pukul 00.05 WITA. Nakhoda dan pemilik kapal merupakan dua orang terakhir yang turun dari kapal KMP Lestari Maju yang dievakuasi tim SAR,” kata Agus dalam keterangan tertulis, Rabu (4/7), yang dikutip dari JawaPos.com.

Dia menjelaskan, cuaca buruk sempat menghambat proses evakuasi para penumpang kapal karena kapal-kapal yang merapat ke lokasi kandasnya KMP Lestari Maju mengalami kesulitan.

Kapal penyeberangan KMP Lestari Maju dikandaskan di perairan Selayar Kabupaten Bulukumba Provinsi Sulawesi Selatan pada Selasa (3/7) pukul 14.30 WITA. Kapal KMP. Lestari Maju tujuan Pamatata dinakhodai oleh Agus Susanto dan sesuai manifest membawa 139 orang penumpang dikandaskan sekitar 300 meter dari Pantai Pabadilang, Selayar.
Adapun kapal tersebut juga membawa kendaraan roda dua sebanyak 18 unit, kendaraan roda empat sebanyak 14 unit, kendaraan golongan 5 sebanyak 8 unit dan kendaraan golongan 6 sebanyak 8 unit dengan jumlah total seluruhnya 48 unit kendaraan.

Kapal penyeberangan ini sebelumnya mengalami kebocoran pada bagian lambung dan mati mesin sehingga dikandaskan di depan ujung pantai Pa’badilang Selayar, Desa Bungayya, Kecamatan Bontomatene, Selayar, sekitar pukul 14.30 WITA.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani mengungkapkan, korban meninggal dunia yang sebelumnya 12 orang, saat ini bertambah menjadi 20 orang. “Jumlah korban saat ini bertambah berdasarkan data yang kita terima. Saat tim masih terus melakukan evakuasi dan pencarian di lapanganan,” ujar Dicky di Makassar, Selasa (3/7) malam.

Korban yang meninggal dunia ini disebutkan rata-rata mereka yang tak bisa berenang dan menyelamatkan diri pasca lambung kapal yang mengalami kebocoran, dan kemasukan air dengan cepat.

“Kebanyakan kendaraan roda 4 ini tidak bisa diselamatkan. Karena sudah terjebak di laut dan sudah dalam kondisi kemasukan air karena lambungnya bocor,” ujarnya.

Hingga saat ini lanjut Dicky tim gabungan Basarnas dan kepolisian masih tetap melakukan proses evakuasi dan pendataan korban-korban lanjutan yang menjadi penumpang di kapal itu.

Pj Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Soni Sumarsono menegaskan proses evakuasi terhadap korban yang belum ditemukan harus terus dilanjutkan. “Kapal yang sekarang ini kandas masih ada sekitar 50 orang yang masih hidup, mereka masih membutuhkan pertolongan. Mereka ada di kapal yang posisinya relatif aman. Itulah sebabnya kenapa evakuasi tidak bisa ditunda,” tegas Sumarsono dalam jumpa pers di rumah jabatannya (Rujab) Gubernur Sulsel, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Selasa (3/7) malam.

Sementara untuk korban yang berhasil dievakuasi sejauh ini mencapai 59 orang. Perinciannya, 20 korban meninggal dunia dan 39 orang lainnya selamat. “Karenakan juga ada yang luka-luka ada juga yang masih sementara mungkin langsung pulang ke rumahnya yang selamat dan itu kemungkinan belum terdata,” ucapnya.

Untuk selebihnya, 30 orang lainnya masih terus didata. Tim SAR gabungan TNI-Polri, aparat pemeritahan serta masyarakat lanjut Soni juga terlibat langsung dalam proses pencarian korban.

“Info pencarian sampai saat ini teman-teman di lapangan masih terus berjalan walaupun malam. Ombaknya sangat besar,” terang Sumarsono. (rul/JPC/JPG)