Komandan Korem 064/Maulana Yusuf Kolonel Inf Windiyatno secara simbolis memberikan santuan kepada anak yatim pada HUT ke-73 Kodam III/Siliwangi dan HUT ke-53 Korem 064 Maulana Yusuf di gedung serba guna, Senin (27/5).

SERANG – Komando Resort Militer (Korem) 064/Maulanan Yusuf menyantuni anak yatim piatu dan dufa selama Ramadan. Santuan diberikan setiap 10 hari kepada 50 sampai 100 orang.

Komandan Korem 064/Maulana Yusuf Kolonel Inf Windiyatno mengatakan, santunan diberikan sebagai rasa kepedulian sekaligus menunaikan ajaran Islam. “Yang hari ini kita simbolis kepada 50 anak. Sebelumnya sudah ada dari minggu lalu. Kalau dihitung hampir seribu-an bingkisan yang kita bagikan,” katanya di sela-sela syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Kodam III/Siliwangi dan HUT ke-53 Korem 064 Maulana Yusuf di Gedung Serbaguna Korem 064/Maulana Yusuf, Senin (27/5).

Selain HUT, acara juga diselingi peringatan Nuzulul Quran sekaligus buka puasa bersama seluruh prajurit dan tokoh agama.

Kata Danrem, peringatan ulang tahun bentuk kebanggaan sebagai prajurit Siliwangi yang pernah melakukan parade dari Bandung ke Yogyakarta dalam rangka mengamankan NKRI. “Itu kebanggaan yang kami pegang sebagai komitmen terhadap NKRI,” katanya.

Rangkaian acara yang dibarengi dengan santunan, ucap Danrem, untuk menyambung silaturahmi dengan masyarakat. Sebab, sejak awal doktrin TNI selalu bersama rakyat. “Ke depan prajurit Maulana Yusuf bisa semakin dekat dengan masyarakat. Jadi jika ada informasi yang kurang bagus (prajurit TNI-red) di lapangan, bisa dilaporkan sehingga kita bisa berbenah,” ujarnya.

Pimpinan Pesantren Nurul Huda Baros KH Endang Daruqudni yang menjadi penceramah mengatakan, doktrin TNI dan ulama tidak jauh berbeda. Hanya saja, TNI memiliki doktrin keamanan, sedangkan ulama atau kiai punya doktin keimanan. “Doktrin keamanan perlu didukung keimanan sehingga selaras dalam kehidupan,” ujarnya.

Apalagi, Provinsi Banten memiliki kultur relijius yang ditopang tradisi pesantren dan ulama. Sejak dahulu, ulama dan TNI bersatu padu dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. “Dua unsur ini harus sinergi dalam sehari-hari. Insya Allah Banten akan menjadi peradaban yang baldatun toyyibatun warobbun gofur,” ujarnya. (Ken Supriyono)