Korem-Radar Banten Salurkan 600 Bingkisan Alat Sekolah

Danrem 064/MY Kolonel Inf Windiyatno bersalaman dengan para anak-anak korban tsunami Selat Sunda saat memberikan bantuan, di huntara Kampung Cibenda, Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Kamis (11/7).

PANDEGLANG – Pendidikan anak-anak terdampak bencana tsunami Selat Sunda harus menjadi fokus pemulihan pascabencana. Terlebih dalam waktu dekat ini, sekolah akan memasuki tahun ajaran baru.

Bersamaan dengan itu, Korem 064/Maulana Yusuf bersama Radar Banten menyalurkan bantuan 600 paket perlengkapan sekolah di hunian sementara (huntara) Kampung Cibenda, Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Kamis (11/7).

Acara bertajuk Korem 064/MY dan Radar Banten ‘Peduli Pendidikan bagi Putra-putri Korban Tsunami Selat Sunda’ juga mendistribusikan bantuan di Desa Teluk, Kecamatan Labuan, dan Desa Reforma, Kecamatan Panimbang. Paket perlengkapan sekolah itu berupa tas, sepatu, buku tulis, dan uang untuk pembelian seragam sekolah. Kemudian, 600 paket bingkisan yang berisi selimut, sarung, pakaian, perlengkapan bayi, biskuit, dan sembako.

Danrem 064/MY Kolonel Inf Windiyatno mengatakan, bantuan perlengkapan sekolah itu sengaja disalurkan menjelang tahun pelajaran baru. “Anak-anak terdampak tsunami harus terus semangat sekolah. Karena itu, pendidikan harus menjadi fokus perhatian pemulihan pascabencana,” katanya.

Bantuan diberikan sebagai bentuk kepedulian sebagai sesama untuk terus memotivasi semangat belajar anak-anak yang masih menempuh pendidikan. “Semoga bisa meringankan beban putra-putri kami korban tsunami. Yang kedua, semoga dapat dimanfaatkan dengan baik. Semangat dan belajar yang rajin ya,” ujar Danrem yang mengaku berasal dari keluarga sederhana di Kampung Kemuning, Kecamatan Bantarbolang, Pemalang.

Menurutnya, bencana tsunami merupakan cobaan dari Allah. Manusia hanya menjalaninya. Sebagai korban tsunami, tentunya banyak kehilangan harta benda bahkan kehilangan keluarga. “Kalau bukan kita yang memperhatikan siapa lagi. Maka, saya kemarin langsung mengajak Radar Banten untuk ikut membantu. Dan, alhamdulillah Radar Banten hadir bersama saya ke sini,” kata pria kelahiran 24 Januari 1970 itu.

Danrem yang datang bersama jajarannya dan pengurus Persit menambahkan, huntara Cibenda mulai dari proses mencari lokasi hingga pembangunannya merupakan peran serta jajarannya. “Saya bersama Pak Kades yang mencari lokasi ini. Ini hanya pinjaman sementara,” katanya.

Komandan Kodim (Dandim) 0601/Pandeglang Letkol Inf Denny Juwon Pranata menambahkan, pihaknya terus mencoba membantu pemerintah daerah dalam rangka rehabilitasi pascabencana. Mulai dari hal yang berkaitan dengan rehab, pembangunan huntara, hingga penyaluran bantuan baik yang fisik maupun nonfisik.

“Harapannya, mereka bisa cepat pulih dan kehidupannya kembali normal, termasuk mata pencahariannya,” katanya.

Pria kelahiran Palembang 40 tahun silam itu mengaku, akan terus berupaya membantu masyarakat. Termasuk menyiapkan kampung siaga bencana untuk mengantisipasi dampak atas terjadinya tsunami. “Kita berharap tidak akan ada lagi bencana. Namun, kesadaran masyarakat untuk sadar bencana juga harus terus dilakukan,” ujar Dandim.

Dewan Redaksi Radar Banten Group M Widodo mengapresiasi kepedulian Korem 064/MY terhadap dunia pendidikan. Radar Banten yang selama ini juga selalu peduli dengan pendidikan langsung merespons acara yang diinisiasi Korem untuk memberikan paket pendidikan kepada anak-anak korban tsunami. “Radar Banten sifatnya hanya melengkapi dan men-support penuh yang dilakukan Pak Danrem,” katanya.

Bagi Radar Banten, lanjut Widodo, sudah kedua kalinya menyalurkan bantuan untuk korban tsunami. “Pada Juni jelang Lebaran, kami sudah salurkan 225 paket sembako di huntara Cibenda dan Citanggok,” ujarnya.

Kata dia, paket yang diberikan sebagai stimulan kepada pihak-pihak yang peduli pendidikan agar malakukan hal yang sama. “Harapannya anak-anak korban tsunami dapat bersekolah dengan tenang dan ceria. Mereka tetap semangat mengejar cita-cita menjadi generasi penerus bangsa,” kata Widodo.

Sementara itu, Camat Carita Suntama menyampaikan, hingga saat ini korban tsunami yang berada di huntara sebanyak 824 kepala keluarga. Setelah diverifikasi Kementerian Sosial (Kemensos) hanya ada 709 yang nantinya hunian tetap (huntap).    

“Setelah diverifikasi, ternyata ada yang tidak masuk kriteria mendapat huntap,” kata Suntama.

Kemensos dan Dinsos Pandeglang, ucap Suntama, akan memberikan jaminan hidup per bulan sampai dengan huntap selesai dibangun.      Secara simbolis bantuan yang diberikan oleh Komandan Korem 064/MY Kolonel Inf Windiyatno, Ketua Persit Korem 064/My Infita K Windiyatno, dan Pimpinan Perusahaan Radar Banten Diana Yuliantini.

Turut mendampingi Kasrem 064/MY Letkol Arh Syafa’ Sudanto, Kasiter Letkol Inf Asep Supriatna, Dandim 0601/Pandeglang Letkol Inf Denny Juwon P, Dandema Kapten R Wardoyo, Dewan Redaksi/Kepala Litbang Radar Banten Group M Widodo, Camat Carita Suntama, pengusaha perlengkapan sekolah dan pakaian muslim Pasar Rau, Kota Serang, Gafar Rahmat, dan sejumlah tamu undangan lain. (Supriyono/RBG)