Kantor Kejaksaan Negeri Lebak.

LEBAK – Berkas perkara dugaan korupsi program pengadaan bibit pohon di Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Lebak tahun 2016 senilai Rp1,1 miliar dinyatakan lengkap alias P21.

Karena itu, dalam waktu dekat penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebak akan segera melimpahkan berkas perkara yang menyebabkan kerugian negara senilai Rp597.789.000 itu ke Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Serang.

Dalam perkara ini Kejari Lebak menetapkan tiga tersangka yaitu Kosim Ansori (mantan Kepala Dishutbun Lebak) Indra Evo Kurniawan (mantan bendahara Dishutbun) dan Edeng Heryamin (mantan Kabid Pengembangan Perkebunan Dishutbun Lebak).

“Setelah diteliti oleh JPU, kemudian 11 Februari telah dilakukan limpahan dari penyidik ke penuntut umum. Jadi tahapan sudah P21. Sebelumnya telah dilakukan penahanan terhadap para tersangka dari tahap penyidikan kemudian saat ini tahapannya sudah ke tahap pratut (pratuntutan),” ujar Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Lebak Dodi Wiraatmaja, Selasa (12/2).
Dia menargetkan, akhir Febuari ini pihaknya sudah bisa menyeret ketiga tersangka ke PN Tipikor untuk disidangkan.

Acep Saepudin, kuasa hukum ketiga tersangka, berharap JPU dapat memberikan keringan. Selain sudah mengakui perbuatannya, juga sudah mengembalikan kerugian negara. “Kita berharap dapat keringanan karena selain kooperatif, klien kami juga sudah mengembalikan kerugian negara hampir 100 persen,” kata Acep. (Nurabidin/Aas)