Korupsi Dana Bapelkes KS, Direktur PT BM Dibui

0
283 views

SERANG – Direktur PT Bahari Megamas (BM) Andi Gouw dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas III Cilegon, Jumat (2/8). Kejati Banten menahan tersangka perkara korupsi dana program kesehatan pensiunan (prokespen) PT Krakatau Steel (KS) tahun 2013-2014 itu usai menerima pelimpahan dari Bareskrim Mabes Polri.   

“Iya benar kami melakukan penahanan tersangka AG (Andi Gouw-red) ke Lapas Cilegon tadi,” kata Kasi Penkum dan Humas Kejati Banten Holil Hadi, Jumat (1/8).

Sebelumnya, perkara atas nama Andi Gouw sempat disidik oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Banten. Tetapi, perkara itu diambil alih Bareskrim Mabes Polri. “Iya benar Mabes Polri yang menangani karena yang koordinasi dengan kami dari Kejagung langsung,” kata Holil.

Setelah berkas perkara tersangka diperiksa, Kejati Banten memutuskan untuk menahan Andi Gouw selama 20 hari ke depan. Alasannya, agar memudahkan proses penuntutan. “Selain itu, tiga tersangka sebelumnya juga kami lakukan penahanan,” kata Holil didampingi Kasi Penuntutan Kejati Banten Eka Nugraha.

Sebelumnya PT BM telah menjalin kerjasama operasional (KSO) dengan Yayasan Bapelkes KS pada 2013-2014 senilai Rp69 miliar lebih. KSO itu untuk pembiayaan perdagangan batubara. Hingga akhir perjanjian PT BM belum mengembalikan dana ke Yayasan Bapelkes senilai Rp25 miliar lebih. Selain itu, KSO tersebut bertentangan dengan Surat Keputusan Pembina Yayasan Bapelkes KS Nomor: 14/P-BKS/Kpts/2012 tentang Arahan Investasi.

Sementara, Kamis (1/8) lalu, jaksa penuntut umum (JPU) Kejati Banten menyatakan banding atas vonis dua mantan petinggi Bapelkes KS ke Pengadilan Tipikor Serang.

“Kami sudah menyatakan banding ke Pengadilan Tinggi Banten melalui Pengadilan Negeri Serang, kemarin (1 Agustus 2019-red),” kata Kasi Penkum dan Humas Kejati Banten Holil Hadi didampingi Kasi Penuntutan  Kejati Banten Eka Nugraha, Jumat (2/8).

Dua mantan petinggi itu yakni mantan ketua Yayasan Bapelkes KS Herman Husodo dan mantan manajer Investasi Bapelkes KS Triono. Keduanya lebih dahulu menyatakan banding atas vonis tersebut. (mg05/nda/ags)