Kota Cilegon Sentral Industri Kimia dan Baja

Pembangunan Pabrik Kimia dari Korsel Dimulai

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto (ketiga dari kanan) bersama jajaran petinggi PT Lotte Chemical Indonesia dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong (ketiga dari kiri) meresmikan pembangunan proyek pabrik kimia milik PT Lotte Chemical Indonesia di Kota Cilegon, Jumat (7/12).

CILEGON – Pembangunann pabrik kimia milik PT Lotte Chemical Indonesia resmi dimulai. Kemarin (7/12) dilakukan peletakan batu pertama oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto.

“Selama konstruksi akan menggunakan empat ribu tenaga kerja. Tolong dijaga situasi dan lingkungannya agar proyek bisa berjalan,” ujar Airlangga sambil menyebut nama Plt Walikota Edi Ariadi saat menyampaikan sambutan.

Airlangga berharap, selama pembangunan proyek tidak ada kendala sehingga bisa selesai sesuai dengan target, yaitu pada 2023. “Wajib untuk kita jaga agar proyek ini berhasil,” kata Airlangga.

Airlangga menjelaskan, pembangunan pabrik kimia itu menelan investasi hingga 3,5 miliar dolar Amerika. Menurutnya, angka investasi itu sangat besar dan berdampak pada laju investasi di Indonesia.

Dijelaskan Airlangga, industri kimia dan industri baja merupakan ibu dari industri. Dengan peletakan batu pertama pabrik tersebut melengkapi struktur pendalaman industri Indonesia. “Industri jadi sektor penting dalam pembangunan, berpengaruh 20 persen pada pertumbuhan PDB (produk domestik bruto),” kata Airlangga.

Ia melanjutkan, Kota Cilegon menjadi sentral industri kimia dan baja. Ke depan, pemerintah akan membangun politeknik kimia di Kota Cilegon. Anggaran pembangunan politeknik dianggarkan pada APBN 2019.

Pembangunan politeknik itu untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi di bidang tersebut. “Dengan harapan kebutuhan operator pabrik kimia sebagian besar bisa dipasok,” ujarnya.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong mengatakan, investasi Lotte merupakan bukti baiknya bentuk hubungan antara Korea Selatan (Korsel) dan Indonesia. “Ini momentum bersejarah dalam perkembangan industri, investasi Indonesia dan bilateral Korea dan Indonesia,” ujarnya.

Terkait investasi, menurut Thomas, Korea Selatan menempati top tiga investor internasional di Indonesia. Dua negara lain yang masuk top tiga besar adalah Jepang dan Tiongkok. Menurutnya, secara bergantian, ketiga negara itu meraih peringkat pertama, kedua, dan ketiga selama beberapa tahun terakhir.

Sementara itu, Plt Walikota Cilegon Edi Ariadi menjelaskan, pembangunan pabrik kimia sudah melalui tahapan perizinan yang berlaku. Menurutnya, seluruh persyaratan telah dipenuhi.

Menurut Edi, pemerintah daerah telah membuat kesepakatan dengan manajemen Lotte agar memperhatikan lingkungan, masyarakat, dan pengusaha lokal agar keberadaan pabrik kimia bisa memberikan dampak baik pada seluruh sektor.

“Distribusi pekerjaan, sama lingkungan kasih-kasih lah, jangan ke Korea semua. Saat mereka minta dipercepat izinnya, saya bilang masyarakat tolong diperhatikan, termasuk para pengusaha lokalnya juga,” kata Edi. (Bayu M/RBG)