Kota Serang Belum Bebas Buta Aksara

SERANG – Meski berstatus sebagai ibukota Provinsi Banten, Kota Serang belum bebas dari buta akrasa. Masih ada sekira lima persen warga buta akrasa yang menjadi pekerjaan rumah Pemkot Serang.

Walikota Serang Syafrudin tidak memungkiri persoalan tersebut. Menurutnya, masalah itu menjadi pekerjaan yang harus diselesaikan.
“Masih kurang lima persen kita punya program menghilangkan buta
aksara,” katanya usai membuka program Gerakan Pemberdayaan Perempuan
Mandiri (GP3M) dan Pengelepasan Warga Belajar Paket A, B, dan C di Keluarahan Sukawana, Kota Serang, Rabu (17/7).

Pria kelahiran Serang 9 Januari 1963 ini meyakini, dengan program GP3M dan kejar paket yang dilakukan Dindikbud, persoalan buta aksara di Kota Serang dapat dituntaskan. “Pendidikan berantas buta aksara dengan pemberdayaan perempuan melalui keterampilan bisa menjadi upaya
yang dapat  Pemkot lakukan,” ujarnya.

Menurut Syafrudin, kecerdasan anak tergantung ibu. Karenanya, peran
perempuan sangat penting dalam mendorong upaya pemberantasan buta
aksara yang ada. “Pendidikan awal anak-anak itu ada pada ibu. Kalau ibu-ibunya cerdas, pendidikannya tinggi, maka otomatis anaknya terbawa cerdas dan pintar,” katanya.

Oleh karena itu, ia meminta agar perempuan atau ibu-ibu di Kota Serang dapat memanfaatkan GP3M secara baik. Mandirinya perempuan akan berdapampak signifikan terhadap tingkat kecerdasan anak dan terselesaikannya buta aksara. “Paket A, B, dan C juga terobosan luar biasa yang bisa dimanfaatkan,” cetusnya.

Pada kesempatan yang sama, Plt Kepala Dindikbud Kota Serang Wasis
Dewanto mengaku akan menindaklanjuti masalah buta aksara yang menjadi
sorotan Walikota Serang. “Tentu menjadi perhatian kami untuk melaksanakan program pengentasan buta akrasara baik melalui pendidikan formal atau pun kejar paket,” katanya.

Ia juga sependapat dengan Syafrudin yang menyatakan peran perempuan sangat penting dalam menunjang pendidikan dan perekonomian keluarga. Karenan itu, pihaknya mengembangkan pendidikan vokasi keterampilan. (Ken Supriyono)