Kota Serang Belum Layak Menjadi Kota Sehat

0
556 views

SERANG – Kendati Kota Serang merupakan ibu kota Provinsi Banten, rupanya masih belum layak atau mencapai standar untuk disebut kota sehat.

Sekretaris Forum Kota Serang Sehat Mulyana mengatakan, saat ini, sarana dan prasarana agar Kota Serang menjadi Kota Sehat belum terpenuhi secara maksimal. Karena itu pihaknya terus mendorong agar Pemerintah Kota Serang memfasilitasi pemenuhan sarana prasarana tersebut.

Mulyana menilai selama ini fasilitas yang diberikan Pemerintah Kota Serang masih minim agar tempat pusat pemerintahan Provinsi ini menjadi kota sehat.

“Kalau dibilang maksimal masih jauh. Tapi bukan berarti tidak ada,” kata Mulyana saat Saresehan Kota Sehat di aula Rumah Sakit Sari Asih, Rabu (7/12).

Mulyana menyatakan, Pemerintah Kota Serang harus memfasilitasi sarana prasarana pendukung terciptanya Kota Serang yang sehat. Salah satunya adalah pemenuhan akan infrastruktur lingkungan yang bagus. Sementara yang ada saat ini masih belum merata.

Contoh lain adalah harus adanya satu ruang publik sehat di setiap kelurahan untuk aktifitas masyarkat. Selain berfungsi guna memecah keramaian agar tidak terpusat di Alun-alun Kota Serang, juga agar masyarakat berpenghasilan rendah dapat bertamasya dengan biaya murah. Sebab kota yang sehat tidak hanya dilihat dari kebersihannya melainkan juga dari fasilitas yang membahagiakan masyarakatnya.

“Kita juga memerlukan peran serta masyarakat guna mewujudkan ini semua,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Serang, Djoko Sutrisno mengatakan, sesungguhnya program-progrm yang dimiliki SKPD sudah teranggarkan. Hanya saja perlu dioptimalkan agar lebih sinergi. Selain itu kurangnya sinergi antara Forum Kota Serang Sehat, Pemerintah Kota Serang, dan masyarakat.

“Selain peran pemerintah daerah dan pusat juga perlu peran dari masyarakat mendukung program tersebut. Sebab pembangunan tidak akan berhasil tanpa peran dan dukungan masyarakat,” ujarnya.

Ia mencontohkan bila pemerintah membangun sarana mandi cuci kakus (MCK) di kampung guna mengurangi jumlah warga yang buang air besar sembarangan, program ini tidak akan berhasil bila masyarakat sekitar tidak menggunakannya.“Selama ini masih ada yang BAB sembarangan,” ujarnya.

Meski demikian, bila melihat indeks pembangunan manusia (IPM), maka rata-rata IPM warga Kota Serang sudah mencapai 70,51 lebih tinggi dari rata-rata IPM Provinsi Banten 70,27 bahkan IPM nasional yang hanya 69,55. (Adef)