Kota Serang Dikepung Banjir, Berikut Lima Titik Terparah

0
2.288 views
Banjir di komplek Grand Sutera, Penancangan, Kota Serang, Selasa (21/2)

SERANG – Hari ini sejumlah wilayah di Kota Serang terendam banjir. Rata-rata banjir tersebut mencapai ketinggian 50 centi meter.

Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang Tubagus Furqon mengatakan, lima titik utama yang terkena banjir tersebut berada di Kecamatan Cipocok dan Kasemen. “Lima titik utama yang terkena banjir itu di Pakupatan, Citra Gading, Penancangan, Kasemen, dan Cipocok, ketinggian dari 40 sampai 50, paling para di Citra Gading,” papar Furqon saat ditemui di komplek perumahan Grand Sutera, Penancangan, Kota Serang, Selasa (21/2).

Furqon melanjutkan, BPBD sejauh ini telah menerjunkan tim ke lima titik tersebut dengan dilengkapi peralatan lengkap seperti perahu karet dan tenda pengungsian.

Hingga sore tadi, dari kelima titik, hanya di lingkungan Citra Gading yang warganya harus dievakuasi. Selebihnya masih bisa bertahan di kediaman masing-masing meski tergenang air. “Di Citra Gading, ada sekitar 20 KK warga dievakuasi ke madrasah,” katanya.

Saat ditanya jumlah kerugian dari banjir tersebut, menurut Furqon pihaknya masih melakukan pendataan dan terus pengawasan terhadap kondisi lingkungan.

Sementara itu, Ketua RT 12 RW 11 Komplek Citra Gading Asep Indi Ragandi menjelaskan, untuk sementara, kerugian masyarakat akibat banjir tersebut yaitu rusaknya pompa air milik masyarakat. Setidaknya sebanyak 65 mesin pompa air yang mengalami kerusakan.

“Saya sudah hitung di lingkungan blok J2-J5 ada sekitar 65 mesin air yang terendam dan pada mati. Akibatnya warga kesulitan mendapatkan air bersih. Jadi sambil menunggu bantuan dari pemerintah, warga berinisiatif memperbaiki mesin yang pada mati terendam banjir,” ujarnya.

Asep mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak terkait seperti BPBD, Dinsos dan Tagana dan PMI untuk meminta bantuan terkait banjir ini. “Saat ini yang paling dibutuhkan adalah air bersih ya, sembako juga dan obat-obatan. Obat-obatan dibutuhkan sebagai antisipasi jika warga ada yang mengalami gatal-gatal. Jadi sementara itu aja yang dibutuhkan saat ini,” ujarnya.

Sebelumnya wilayah Komplek ini terendam banjir sekitar pinggang orang dewasa. Akibatnya sekitar 40 KK di blok J5 mengungsi ke blok J2 yang tak terkena banjir. Saat banjir datang, tutur Asep, warga dievakuasi menggunakan perahu rakit dan getek milik warga.

Banjir tersebut datang pada subuh hari dan mulai surut pada siang hari. “Baru kali iniĀ  banjir sebesar ini melanda komplek ini. Sebelumnya tak separah ini. Tapi karena luapan air kali di komplek ini begitu besar. Akibatnya sebanyak 87 KK di komplek ini terendam banjir, ” ujarnnya. (Bayu, Adef)