Kota Tangerang, Zona Merah Lagi

0
1559

Setiap Akhir Pekan, Check Point Dibuka

TANGERANG – Kota Tangerang kembali ditetapkan sebagai zona merah penyebaran Covid-19. Sebelumnya, selama sekira satu pekan, kota ini dinyatakan sebagai zona oranye. Keluar dari zona yang menyatakan penyebaran virus corona tidak terkendali.

Status zona merah membuat Pemkot Tangerang kembali membuka posko check point di beberapa lokasi perbatasan dengan daerah lain. Pemkot Tangerang melaksanakannya setiap akhir pekan. Upaya untuk keluar lagi dari zona merah.

“Pengetatan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) di check point ini, akan diselenggarakan setiap akhir pekan, Sabtu dan Minggu. Kami kerja sama dengan Satpol PP, Dishub, TNI, dan Polri. Juga, tenaga medis yang dipersiapkan untuk tracking di lapangan,” jelas Walikota Tangerang Arief R Wismansyah di lokasi check point di Jalan Daan Mogot, Kecamatan Batuceper, Sabtu (6/2).

Baru juga posko check point dibuka, Arief menyatakan, telah menemukan 32 orang pelanggar protokol kesehatan. Rata-rata, pelanggaran tidak menggunakan masker saat di luar rumah.

“Sudah ada 32 masyarakat yang melanggar protokol kesehatan, seperti tidak pakai masker dan sebagainya. Dari 32 pelanggar tersebut, 20 di antaranya dikenakan sanksi administrasi. Sementara, 12 orang lainnya dikenakan sanksi sosial,” jelas Arief.

Ia menjelaskan bahwa petugas di posko check point di Jalan MH Thamrin, Jalan Daan Mogot, dan Jalan Gatot Subroto akan memantau dan memeriksa penerapan protokol kesehatan oleh pengguna jalan yang masuk Kota Tangerang.

“Petugas akan memberhentikan pengendara pribadi maupun angkutan umum yang tidak menggunakan masker, serta menghimbau sopir angkutan umum untuk mengurangi kapasitas penumpang menjadi 50 persen,” ungkapnya.

Arief menegaskan, Pemkot Tangerang akan terus berupaya mencegah penyebaran virus corona. Ia mengingatkan, kendati vaksinasi Covid-19 sudah berjalan, masyarakat harus tetap mewaspadai dan mencegah penularannya.

“Kesadaran akan prokes sangat penting. Maka itu, masyarakat diminta untuk selalu menggunakan masker saat keluar rumah. Lebih baik di rumah saja. Jika tidak ada kepentingan mendesak, tidak perlu keluar kota, karena itu akan bisa menimbulkan penyebaran,” tutupnya.

TANPA PERAYAAN

Peningkatan kasus penularan Covid-19 di Kota Tangerang membuat perayaan Imlek 2021 di Kota Tangerang tidak akan semeriah tahun sebelumnya. Pengurus Wihara Boen San Bio dan Boen Tak Bio tidak akan menggelar acara perayaan tahun baru Cina tersebut.

Kendati demikian, pengurus dua wihara itu tetap mempersilakan jamaah untuk beribadah. Dengan catatan, tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai aturan pemerintah.

“Kita tidak menggelar perayaan, pihak wihara juga sudah melakukan sosialisasi kepada para jamaah. Tetapi, yang ingin beribadah, dipersilakan dengan syarat harus kurang dari 50 persen kapasitas,” jelas  Bambang, pengurus Wihara Boen San Bio, Sabtu (6/2).

Pengurus Wihara Boen San Bio juga telah melarang jamaahnya dari luar Kota Tangerang untuk datang ke Boen San Bio. Untuk memperingati Imlek 2021, tidak akan ada acara untuk merayakannya. Seperti, pertunjukan baronsai dan kegiatan upacara keagamaan lainnya.

“Kita akan ikuti aturan pemerintah. Hal tersebut demi kemanan bersama. Jamaah luar kota kami imbau tidak perlu datang,” tegas Bambang.

“Para jamaah diminta untuk beribadah di rumah saja, berdoa untuk Indonesia, khususnya Kota Tangerang, agar wabah virus ini bisa segera selesai,” imbau Bambang. (rbnn/don)