Kota Tangsel Wajib Pertahankan Kota Layak Pemuda

Ketua Komisi II DPRD Bidang Kesejahteraan Rakyat Ahmad Syawqi (kedua kiri) bersama Walikota Airin Rachmi Diany saat membuka Tangsel Youth Fest, belum lama ini.

CIPUTAT – Kota Tangsel harus bisa mempertahankan predikat Kota Layak Pemuda. Dukungan tersebut, diutarakan Ketua Komisi II DPRD Kota Tangsel, Ahmad Syawqi.

”Kami terus mendukung dan konsen kepada generasi muda dan menjauhkan dari hal-hal negatif. Apalagi predikat tersebut diberikan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk 10 Kabupaten/Kota se-Indonesia,” katanya, Kamis (23/8).

Ketua DPD KNPI Tangsel periode 2016-2019 ini menyatakan, persoalan regulasi harus didorong dari sisi legislatif. Untuk Tangsel, lanjutnya, sudah ada Peraturan Daerah (Perda) tentang Penyelenggaraan Kepemudaan. Ada beberapa konsep yang harus dibangun yakni keberpihakan pemerintah terhadap pembangunan manusia. Apalagi tahun 2030 akan terjadi bonus demografi. ”Jumlah pemuda di Tangsel ini mencapai 60 persen dari total penduduk satu juta,” katanya.

”Bisa dibayangkan, kalau pemudanya tidak diberikan pengarahan atau pembinaan yang positif, tentunya akan merugikan daerah Tangsel. Untuk itu, pembinaan dari tingkat pendidikan, keluarga dan masyarakat sangat penting supaya tidak mengarah ke hal-hal negatif,” jelasnya.

Kedua, mendorong kewirausahawan pemuda. Setelah regulasi, lanjutnya, anak-anak muda didorong, apakah ingin punya usaha, bentuk kepeloporan, kepemimpinan, dimana hal itu masuk program pemkot dan kabupaten.

Syawqi, mengakui, persoalan regulasi harus didorong dari sisi legislatif. Sebelumnya, pihaknya sudah menginisiasi para anggota dari KNPI Tangsel. Di pertemuan bersama KNPI tersebut, ia ingin Tangsel harus dapat mendorong anak mudanya dan sinergi dengan Pemkot. Lalu, apa kesulitan bagi calon wirausaha, baik di Tangsel, maupun secara nasional? ”Banyak yang mau menjadi entrepreneur tapi kesulitan bantuan modal. Ke depan, kami enggak terlalu banyak mendorong dengan memberi ikan tapi kail. Paling tidak ada stimulan. Bukan bantuan terus-menerus tapi mereka didorong sebagai usahawan,” imbuhnya.

Ketua Bidang Pemuda dan Kaderisasi Partai Gerindra DPC Tangsel ini, mengimbau, jangan sampai pemerintah melaksanakan kegiatan yang anak mudanya tak tertarik. ”Mereka dilatih, misalnya kegiatan konvensional. Sedangkan di nasional, punya revolusi digital. Kita enggak bisa lepas dari demografis dan sektor pendidikan. Sebab, anak-anak muda Tangsel, indeks pembangunan manusianya paling tinggi se-Provinsi Banten. Rata-rata sudah lulus kuliah dan melek politik,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga E. Wiwi Martawijaya menyatakan, dukungan dan sinergitas memang diperlukan untuk bisa terus mempertahankan predikat tersebut. ”Insya Allah, tahun ini kita bisa mempertahankannya. Mohon doanya saja,” singkatnya. (Wahyu S/RBG)