KPU Cilegon Diprotes Dua Kandidat

0
1.478 views

CILEGON – Dua kandidat Bakal Calon Walikota Cilegon Ali Mujahidin dan Iye Iman Rohiman memprotes sikap Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon berkaitan dengan tes kesehatan.

Kedua kandidat dari jalur perseorangan dan partai politik itu mempertanyakan sikap KPU Kota Cilegon terkait hasil tes swab untuk Bakal Calon Walikota Cilegon Ratu Ati Marliati.

Sikap protes ditunjukan oleh kedua pasangan itu dengan mendatangi kantor KPU Kota Cilegon dan Bawaslu Kota Cilegon pada Senin (21/9) kemarin. Mereka datang didampingi oleh tim pemenangan.

Pantauan Radar Banten, bakal calon Walikota Cilegon Iye Iman Rohiman datang lebih awal. Ia tiba di kantor KPU sekira pukul 09.30 WIB. Sekira satu jam kemudian, barulah Ali Mujahidin yang tiba.

Kedatangan dua kandidat itu diterima oleh jajaran komisioner KPU Kota Cilegon di aula kantor KPU. Di tempat itulah penyelenggara dan peserta pilkada itu membahas terkait tes kesehatan.

Ditemui usai pertemuan, bakal calon Walikota Cilegon Ali Mujahidin menjelaskan, kedatangannya bersama Iye untuk mempertanyakan hasil tes swab yang mana yang digunakan KPU dalam menetapkan berita acara tes kesehatan.

“KPU telah mengeluarkan berita acara di mana seluruh kandidat telah memenuhi syarat, sedangkan ada satu yang dinyatakan positif Covid-19 oleh tim pemeriksa kesehatan,” ujar pria yang akrab disapa Mumu tersebut.

Kata Mumu, jika KPU menggunakan hasil tes swab saat pendaftaran, di mana Ati menyerahkan hasil swab negatif Covid-19,  ia mempertanyakan kenapa kandidat petahana itu tidak mengikuti rangkaian tes kesehatan selama dua hari.

Jika KPU menggunakan hasil tes swab versi tim pemeriksa kesehatan yang menyatakan positif Covid-19, pihaknya mempertanyakan mengapa kandidat yang diusung oleh Partai Golkar, Gerindra, NasDem, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu tidak menjalankan isolasi mandiri.

“KPU hanya menjawab cantolan,  norma, norma yang mana? Kalau negatif kenapa Selasa dan Kamis dia enggak datang? apa sanksi dari KPU?  kalau positif kenapa diberlakukan sama dengan yang negatif,” papar Mumu.

Kandidat yang berpasangan dengan aktor Lian Firman itu pun menduga ada aturan yang dilabrak oleh KPU Kota Cilegon. Mumu sangat menyayangkan hal tersebut bisa terjadi.

Mumu mengaku tidak menuntut KPU untuk membatalkan berita acara itu, karena kedatangannya itu hanya memberikan masukan kepada penyelenggara pilkada tersebut.

Namun ia mengaku akan menyurati Bawaslu Kota Cilegon serta Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). “Kita hanya memberikan masukan karena ini berpengaruh terhadap kondusivitas daerah, kalau aturan ditabrak-tabrak, semua juga bisa menabrak aturan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama,  bakal calon Walikota Cilegon Iye Iman Rohiman menjelaskan hal senada. Ia menilai KPU tidak mempunyai ketegasan dalam menyikapi hasil tes swab Ati tersebut.

Iye menjelaskan, Tim Pemeriksa Kesehatan dan KPU sebelumnya telah menyatakan jika Ati positif Covid-19. Seharusnya hasil itu disikapi dengan isolasi mandiri sesuai dengan ketetapan yang berlaku.

Namun, belum juga KPU mencabut pernyataan positif, dan memastikan Ati telah bersih dari Covid-19, KPU justru mengeluarkan berita acara jika semua kandidat telah memenuhi persyaratan.

“Kami menuntut keadilan, dasarnya jelas bukan logika tapi Undang-Undang, karena bukan pertanggung jawaban haji Mumu atau haji Iye, ini persoalan masyarakat, pendukung pak haji Mumu sekian puluh ribu setengahnya saja yang datang ke KPU, kita berharap itu tidak terjadi,” tuturnya.

Sementara itu,  Ketua KPU Kita Cilegon, Irfan Alfi menjelaskan, kedatangan dua kandidat itu mempertanyakan hasil tes yang diterima KPU yang menyatakan seluruh kandidat dinyatakan mampu baik jasmani maupun rohani.

Dijelaskan Irfan, tes kesehatan menjadi otoritas Tim Pemeriksa Kesehatan. Ia mengakui jika ada perbedaan waktu pelaksanaan tes, namun masih dalam kurun waktu jadwal pelaksanaan tes kesehatan yaitu tanggal 4 hingga 11 September.

“Hasil Tim Pemeriksa Kesehatan itu yang menjadi dasar kita,” ujar Irfan.

Irfan tak menampik jika ada polemik pada rangkaian tes kesehatan tersebut, untuk itu ia akan menjelaskan hal itu kepada Bawaslu. Namun Irfan memastikan tidak ada norma yang dilanggar.

UPAYA GAGALKAN ATI

Kedatangan dua kandidat bakal calon Walikota Cilegon Ali Mujahidin dan Iye Iman Rohiman ke kantor KPU Kota Cilegon direspons oleh Ketua Tim Pemenangan Ati-Sokhidin, Isro Miraj.

Isro menduga serangkaian upaya yang dilakukan oleh kandidat lain itu sebagai bentuk upaya agar Ati tidak bisa mengikuti kontestasi Pilkada Kota Cilegon.

“Saya melihatnya politis. Seolah-olah ada intervensi kepada penyelenggara, kami melihat diduga ada upaya bagaiamana ibu (Ratu Ati) enggak bisa ikut kontestasi Pilkada. kami menduga, ada konspirasi apa ini?,” ujar Isro.

Kata Isro, hasil tes kesehatan menjadi ranah kewenangan Tim Pemeriksa Kesehatan.

Kata Isro, sejak awal pendaftaran Ati telah dinyatakan bersih dari Covid-19, kemudian  hasil swab mandiri  laboraturium yang juga digunakan oleh Tim Pemeriksa Kesehatan juga menyatakan negatif. Hasil itu diperkuat dengan yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Siloam.

“Realita ibu emang negatif, orang-orang di sekitarnya, supirnya, ajudannya dinyatakan engatif. Logikanya jika ibu positif, maka orang disekitarnya pun positif,” ujarnya.

Soal Ati yang tidak hadir selama dua hari selama rangkaian tes kesehatan, menurut Isro hal itu karena Ati pada hari tersebut sedang melakukan swab mandiri untuk memastikan bersih dari covid.

“Tinggal dua bulan lagi, berjalan aja fair, ini kan seolah-olah ketakutan,” tuturnya. (bam/air)