KPU Cilegon Terima 288 Ribu Lebih Lembar Surat Suara Pilgub

0
440 views
KPU Kota Cilegon menerima surat suara Pilgub Banten 2017 dari KPU Provinsi Banten hari ini, Selasa (17/1).

CILEGON – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon menerima surat suara pilgub Banten 2017 dari KPU Provinsi Banten, Selasa (17/1). Pengiriman dan pembukaan segel pada mobil pengangkut surat suara ini mendapatkan pengawalan ketat dari pihak Kepolisian dan Panwaslu Cilegon.

Ketua KPU Cilegon Fathullah Hisyam mengatakan ada sebanyak 288.707 lembar surat suara yang terisi dari 36 dus yang diterima dari KPU Provinsi Banten. “Pengajuan dan alokasi kebutuhan surat suara di Kota Cilegon berdasarkan jumlah TPS dan pemilih yaitu sebanyak 288.707 lembar. Ini sudah termasuk jumlah DPT plus 2,5 persen, dan surat suara cadangan yang diperuntukan jika adanya kerusakan dan salah pencoblosan,” ujar Fathullah.

Fathullah belum memastikan kapan pelaksanaan pelipatan suara akan dimulai. Ia mengaku akan terlebih dahulu melakukan rapat koordinasi kepada Panwaslu, Kepolisian, dan pihak-pihak yang terlibat.

“Proses pelipatan suara bukan proses yang dianggap enteng. Harus betul-betul secret, steril, dan sesuai prosedur. Dilakukan oleh orang-orang yang betul-betul kita tunjuk karena ini merupakan dokumen negara yang harus dilindungi dan dikelola dengan baik. Jangan sampai ada timbul masalah,” katanya.

Fathullah menyatakan sebelum pendistribusian surat suara menuju kesetiap TPS, surat suara ditempatkan didalam aula kantor KPU Cilegon. Pengamanannya merupakan tanggung jawab pihak kepolisian. “Urusan jaga menjaga jaga itu urusan Polres Cilegon. Yang penting suara suara kita tempatkan dalam aula kpu dan akan kita sortir sesuai jadwal yang telah ditetapkan KPU Provinsi Banten agar segera dilaksanakan karena hari H sudah tinggal 28 hari lagi,” ujarnya.

Fahtullah mengaku akan melibatkan warga sekitar dalam proses pelipatan suara. Khususnya kaum wanita. Namun demikan sebelum pelipatan suara dimulai, Fathullah menegaskan akan memberikan pemaparan tentang tata tertib atau SOP pelipatan suara.

“Kita briefing dahulu. Akan kita sampaikan SOP nya. Harus steril dan aman. Misalkan petugas dilarang berkuku panjang, tidak boleh membawa alat apapun kedalam ruangan pelipatan suara, dan juga dilarang hilir mudik. SOP ini harus dipatuhu dan juga harus dikawal oleh teman Kepolisian,” tuturnya. (Riko)