SERANG – Jelang pelaksanaan pemilihan presiden dan wakil presiden 9 Juli mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Serang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penghitungan Suara (Tungsura) secara serentak di 6 kecamatan.

“Kita lakukan ini, dalam rangka pemberian bekal untuk para panitia penyelenggara di tingkatan, baik di PPK, KPPS dan PPS,” ungkap Angota Divisi Sosialisasi KPU Kota Serang Ali Faisal pada radarbanten.com, Rabu (25/6/2014).

Ali menuturkan, pelaksanaan bimbingan teknis ini dimulai dari hari Selasa (24/6) sampai dengan Jumat (26/6) agar semua panitia pada 9 Juli mendatang. “Dari 6 PPK, kemudian PPK membimtek PPS dan PPS, KPPS berjenjang, jadi kita harapkan sebelum puasa beres, tapi walaupun kita serahkan ke adhok, kita bagi tugas dan hadir, untuk memberikan arahan terkait petunjuk teknis,” katanya.

Terkait dengan perbedaan pada teknis penyelenggaraan di pilpres dengan pileg, ia menuturkan, sebetulnya pada pilpres lebih mudah, ini dapat dari sisi surat suara lebih simple. Hanya model C7 yang membedakan yakni absensi kehadiran bagi pemilih di TPS yang berisi DPT, DPTtb, DPK dan DPKtb. “Absensi ini tidak masuk kotak karena nantinya akan langsung disampaikan ke KPU setelah pemilihan, untuk memback-up data, nantinya akan mempermudah pendataan pemilih,” katanya.

Pada bimtek kita menekankan, penyelenggara harus tetap netral dan profesionalitas, serta tertib administrasi. “Pengalaman pileg, ada evaluasi terkait dengan ketelitian administrasi dalam penulisan mulai dari pengisian Form C-1 sampai dengan C-7,” ungkapnya.

Kita menghimbau, karena penyelenggaraan pemilu dilaksanakan pada bulan puasa, untuk tidak menumpuk masyarakat dalam melakukan hak suaranya. (Fauzan Dardiri)