KPU Kota Serang Terima 476.570 Surat Suara

0
685
Petugas membuka boks truk yang mengangkut surat suara ke KPU Kota Serang.

SERANG – KPU Kota Serang menerima 476.570 surat suara untuk keperluan Pileg DPRD Kota Serang, Senin (4/2).

Surat suara tersebut lebih banyak 5.215 dari total kebutuhan sebanyak 471.355 surat suara. Surat-surat tersebut terbugkus dalam 957 dus/boks. Satu boks isinya 500 surat suara. 

“Hari ini hanya surat suara untuk caleg DPRD Kota Serang untuk dapil 1 sampai 6 dari Surabaya,” kata Ketua KPU Ade Jahran di gudang penyimpanan KPU Kota Serang, kampus STIA Maulana Yusuf, Cinanggung, Kota Serang.

Untuk kebutuhan surat suara pemilihan DPRD Provinsi, DPR RI, DPD dan Pilpres akan dikirim pada 6 dan 9 Februari. “Habis ini kita lakukan pelipatan, sortir. Tapi sebelumnya kita rakor dengan Bawaslu, kepolisian, pemkot. Rakor untuk memastikan pelipatan. Termasuk ngecek kategori surat rusak dan tidaknya,” kata Ade.

Kata dia, jika ada kelebihan surat suara, kita buat berita acara kelebihan dan akan dimusnahkan bersama Bawaslu dan Polri. “Jika ada kekurangan kita akan mintakan penyedia atau percetakan,” ujarnya.

Pihak KPU Kota Serang bersama Bawaslu dan Kepolisian menjemput surat suara tersebut di pintu Tol Serang Timur. Namun, saat pengiriman dari Surabaya tidak ada pengawalan dari pihak kepolisian. “Kita hanya menerima saja. Tidak pengawalan dari kepolisian saat dikirim dari Surabaya. Kita hanya bisa menyampaikan ke KPU RI dan kita kasih tembusan ke pusat kenapa tidak ada pengawalan,” ujar Ade

Di lokasi yang sama,  Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar-Lembaga Panwaslu Kota Serang Rudi Hartono, mengatakan, untuk pengawalan distribusi surat suara, karena ini dicetak KPU RI pihaknya tidak bisa kawal di percetakan.

“Pendistribusian dari Surabaya kita juga tidak bisa kawal sehinggga kita tidak tahu proses di jalan. Kita hanya kawal dari pintu tol Serang Timur bersama kepolisian,” katanya

Pihaknya bersama KPU akan melakukan perhitungan manual setelah surat suara selesai diturunkan. Terkait pengawalannya, pihaknya meminta pihak KPU memberitahu KPU RI agar ada pengawalan saat pendistribusian dari lokasi percetakan. “Kita akan evaluasi ini agar pengawalan dari sana karena ini memang sangat penting,” ungkapnya. (Supriyono/Aas)