TANGERANG – KPU Kota Tangerang, melakukan uji publik usulan daerah pemilihan (dapil) anggota DPRD untuk Pemilu 2019.

Anggota KPU Kota Tangerang Banani Bahrul mengatakan, uji publik ini diperuntukkan bagi akademisi, pemda, partai politik, dan LSM.

Bahrul menjelaskan, uji publik ini selanjutnya akan ditetapkan KPU pusat. Untuk saat ini, dapil di Kota Tangerang tetap mengacu pada Pemilu 2014. termasuk jumlah kursinya.

”Kami lihat dari Pemilu 2014 lalu, dapil di kota Tangerang masih lima dan totalnya 50 kursi. Kita lihat apakah masih sesuai dan kita lihat juga aspek lainnya. Apakah aspek kesetaraan nilai suara itu sudah terakomodir, kepatuhan terhadap asas pemilu yang proporsional,” katanya.

Di Kota Tangerang terdapat lima dapil, yakni dapil 1 meliputi Kecamatan Tangerang dan Karawaci, dapil 2 meliputi Kecamatan Jatiuwung, Periuk, dan Cibodas. Dapil 3 meliputi Kecamatan Batuceper, Neglasari, dan Benda, dapil 4 meliputi Kecamatan Pinang dan Cipondoh. Kemudian, dapil 5 meliputi Kecamatan Ciledug, Larangan, dan Karangtengah.

Dikatakan Bahrul, KPU melihat proporsional atau tidaknya alokasi kursi di setiap dapil. ”Kursi untuk pemilihan DPRD Kota Tangerang minimal tiga dan maksimal 12 kursi,” ujarnya.

Pada prinsipnya, penyusunan dapil ini berdasarkan kecamatan, gabungan kecamatan atau bagian kecamatan. ”Bisa saja kita mengambil dapil per kecamatan dan menjadi 13 dapil. Akan tetapi, alokasi kursinya semakin kecil dan tidak akan proporsional,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, tidak ada usulan untuk perubahan dapil karena masih sesuai dengan prinsip KPU dan merujuk pada Pemilu 2014.

Dekan Fisip Unis Yusmedi Yusuf mengatakan, penambahan atau pengurangan dapil dilakukan sesuai dengan mekanisme peraturan dan disesuaikan dengan jumlah penduduk yang ada. Uji publik ini menurutnya akan memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat. (mg-17/dai/sub/RBG))