LEBAK – Selama lima hari melakukan penyortiran dan pelipatan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lebak menemukan 600 lembar lebih surat suara DPR RI yang rusak. Surat suara itu kemudian dipisahkan karena sobek, bolong, dan terdapat berkas tinta dalam lembar kertas suara.

Ketua KPU Lebak Ni’matullah mengatakan, sampai sekarang KPU Lebak baru menerima tiga jenis surat suara, yakni surat suara DPR RI, DPD RI, dan DPRD provinsi daerah pemilihan (Dapil) Banten VIII. Surat suara DPR RI yang telah tiba di Lebak sebanyak 900 ribu lembar, DPD RI sebanyak 250 ribu lembar, sedangkan DPRD provinsi Dapil Banten VIII sebanyak 800 ribu lembar. Untuk surat suara DPRD Lebak dan pemilihan presiden dan wakil presiden belum didistribusikan KPU RI ke Kabupaten Lebak.

“Jumlah surat suara yang rijek atau rusak sebanyak 600 lembar lebih. Kemungkinan besar akan terus bertambah, karena proses penyortiran dan pelipatan surat suara masih terus berlanjut,” ungkap Ni’matullah kepada wartawan di gudang KPU Lebak di Pasirona, Desa Rangkasbitung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Jumat (15/3).

Dijelaskannya, selama lima hari melakukan pelipatan, KPU Lebak baru berhasil melipat 84 ribu lembar surat suara DPR RI. Targetnya, pada akhir Maret 2019 semua surat suara DPR RI, DPRD provinsi, DPD, DPRD kabupaten, dan surat suara pemilihan presiden sudah selesai dilipat semuanya. Surat suara yang rijek akan dibuat berita acara dan dilaporkan kepada KPU RI melalui KPU Provinsi Banten. Harapannya, surat suara yang rusak tersebut dapat segera diganti agar tidak menghambat pelaksanaan pemungutan suara di Lebak.

“Kami optimistis semua surat suara selesai dilipat tepat waktu. Sekarang, jumlah petugas yang melipat surat suara kurang lebih 40 orang dan akan kita tambah hingga lebih dari 50 orang,” terangnya.(Mastur)