KPU Optimis Sengketa Pilgub Berakhir Di Sidang Dismissal

0
552 views
SERANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten melalui kuasa hukumnya,  Syarif Hidayatullah optimis sidang sengketa Pilgub Banten yang saat ini sedang bergulir di Mahkamah Konstitusi (MK)  akan berakhir di sidang dismissal.
Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Syarif saat dikonfirmasi setelah menjalani sidang kedua dengan agenda jawaban termohon, keterangan pihak terkait berikut pengesahan bukti.
Keyakinan kuasa hukum KPU Banten mengacu pada alat bukti yang telah disodorkan kepada MK sejak kemarin dan dijelaskan pada hari ini dalam persidangan.
“Haqul yakin, insya Allah,  dari bukti yang ada, akan diakhiri di dismissal,” ujar Syarif melalui sambungan telepon seluler,  Selasa (21/3).
Hari ini dalam persidangan,  lanjut Syarif,  selain memaparkan ratusan bukti sanggahan atas dalil yang disampaikan pemohon,  dalam hal ini tim Rano Karno dan Embay Mulya Syarief, pihaknya pun menyampaikan sejumlah eskpsi.
“Pertama kita mengajukan eksepsi,  dasarnya MK tidak punya kewenangan menangani kasus tersebut sesuai pasal 157 ayat 3 yang menegaskan mahkamah hanya berwenang memeriksa dan mengadili perselisihan hasil penghitungan suara tapi yang diajukan pemohonan soal suket,  soal money politic dimana mahkamah tidak punya kewenangan,” tutur Syarif.
“Kedua,  kita eksepsi soal legal standing terkait pasal 158 soal selisih suara.  Setelah kita hitung ternyata selisih suara yang ada di Banten 1,8 persen,  jauh dari batas maksimal,” tambahnya.
Dari pokok pekera,  ternyata, lanjut Syarif,  setelah dilakukan perivikasi,  pemohon salah data.  Karena itu pihaknya meminta mahkamah menolak permohonan yang yang diakukan oleh pemohon.
Sementara itu,  Ketua KPU Provinsi Banten Agus Supriyatna menjelaskan,  setelah sidang ini pihaknya menunggu undangan dari MK untuk menghadiri sidang dismissal.  Sidang tersebut diperkirakan akan dilakukan dalam kurun waktu 30 Maret hingga 6 April mendatang.
“Kita menunggu undangan agenda sidang dismissal.  Dalam sidang tersebut ahkamah mengakhiri atau melankutkan,” ujarnya.
“Hari ini,  baru sidang kedua,  nanti selanjutnya MK akan melakukan musyawarah,  apakah kasus gugatan yang pilkada di dismissal atau dilanjutkan.  Jika dilanjutkan,  saksi akan dihdirkan,” katanya.  (Bayu)