KPU Sosialisasikan Pilgub 2017 ke Rutan Klas II B Serang

0
436 views

SERANG – Puluhan warga binaan rumah tahanan negara (rutan) mendapat sosialisasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten 2017 dari KPU Kota Serang di Masjid Al Ikhlas Rutan Klas II B Serang, Senin (9/1).

Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Klas II B Serang M Khafi mengatakan, sosialisasi ini sangat positif diadakan. Menurutnya, warga binaan yang ada di rutan ini masih banyak yang belum mengetahui tata cara pencoblosan dan nama-nama pasangan calon gubernur Banten.

“Namun saya sampaikan pada KPU, bahwa warga binaan di sini sangat dinamis dan banyak yang keluar masuk, namun dominan banyak yang masuk ke rutan ini, untuk itu kami ingin semua warga binaan di sini bisa mengikuti pencoblosan pada Februari nanti,” ujarnya saat sambutan.

Kemudian, lanjut Khafi, selain itu persoalan lainnya ialah hampir sebagian warga binaan di rutan ini tidak punya KTP, sebab saat mereka ditahan, sebagian dari dari mereka tidak miliki KTP. Kebanyakan saat mereka ditangkap mereka membuang KTP tersebut untuk menghilangkan jejak.

Total jumlah warga binaan yang ada di rutan ini sebanyak 508 orang. Sementara DPT yang dari data KPU hanya 313 orang. “Jumlah warga binaan di sini sangat dinamis sebab tahanan di sini bisa berkurang atau bertambah. Sebab per hari bisa berubah karena warga yang ditahanan ini belum incracht jadi warga Rutan II B,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Serang Heri Wahidin mengatakan, sosialisasi ini dalam rangka meningkatkan partisipasi pemilih. KPU melaksanakan sosialisasi di Rutan Klas II B, karena banyak warga binaan yang belum mengetahui tata cara pencoblosan dan nama-nama calon gubernur dan wakil gubernur Banten.

“Untuk diketahui dalam pilkada ini, KPU tidak membeda-bedakan dalam memilih. Semua punya hak untuk memilih selama jiwa dan kondisi badannya sehat. Sementara yang sakit selama ia mampu untuk memilih, petugas KPU mengupayakan hak pilihnya. Dan warga binaan yang bulan Oktober-November juga masih terdaftar di DPT. Untuk itu terkait persoalan yang ada di rutan ini, nanti kami kondisikan agar warga binaan yang ada di rutan bisa mengikuti pencoblosan pada Februari nanti,” ujarnya.

Heri menjelaskan terkait surat suara yang kurang, nanti bisa dikondisikan dengan mengambil surat suara dari TPS lain yang mengalami kelebihan surat suara. “Pada intinya kami akan maksimal memberikan pelayanan pada warga binaan untuk bisa memilih pada pilkada nanti. Yang terpenting adalah kami terus tingkatkan koordinasi saja agar prosesnya berjalan lancar saat pencoblosan nanti. Sehingga tingkat partisipasi pemilih bisa sesuai target yaitu 75 persen,” ucapnya. (Ade F)