Krakatau Posco Energy Sebut Sudah 80 Persen Pekerja Lokal

0
607 views

CILEGON – Perwakilan pengurus Karang Taruna dan warga dari tiga Kelurahan yakni Samang Raya, Kubang Sari dan Tegal Ratu akhirnya dipersilahkan bertemu dengan pihak Manajemen PT Krakatau Posco Energy (PT KPE) untuk bermediasi, Selasa (10/1). Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja PT KPE ini mendapatkan pengawalan ketat dan pihak Kepolisian dari Polsek Ciwandan dan TNI.

Pada mediasi yang berlangsung, warga masih menyuarakan yang sama seperti saat berorasi di luar gerbang PT Krakatau Posco. Mereka menuntut adanya perekrutan tenaga kerja lokal dari warga ring 1 sebanyak 50 persen.

Ketua Karang Taruna Kelurahan Kubang Sari, Miftahul Imam kepada Direktur PT KPE Muhammad mempertanyakan berapa jumlah tenaga kerja yang berada di PT KPE saat ini. Serta dari mana saja alamat pekerja itu berasal. “Yang kita inginkan 50 persen tenaga kerja itu dari tiga Kelurahan yang terdekat dari perusahaan ini. Karena saat perusahaan ini mau mendirikan juga minta izinnya dari warga ring 1. Bukan dari warga Cilegon,” ujarnya.

Miftahul juga mempertanyakan kebenaran adanya informasi bahwa PT KPE saat ini telah merekrut sejumlah tenaga kerja yang berasal dari Balai Latihan Kerja (BLK) Disnaker Cilegon. Namun bukan dari warga ring 1. “Saya minta tidak ada titip-titipan. Cobalah pak Direktur sekali kali jalan melihat warga sekitar ring 1, yang paling terkena dampak dan yang pertama menghisap debu dari keberadaan perusahaan ini,” katanya.

Direktur PT KPE Muhammad menjelaskan, PT KPE yang berdiri di Kota Cilegon sejak tahun 2011 telah mengikuti aturan yang ditetapkan oleh Disnaker Cilegon. Total keseluruhan tenaga lokal dari Cilegon sebanyak 80 persen. “Karyawan di sini hanya 70 orang. 9 orang Korea, dan 61 orang Indonesia. 80 persen orang Cilegon (bukan hanya ring 1 di PT KPE),” ungkapnya.

Muhammad meminta terkait permintaan perekrutan tenaga kerja dari ring 1 agar warga bermediasi terhadap Disnaker Cilegon. Ia juga membenarkan adanya lima pekerja dari BLK Cilegon yang saat tengah magang di PT KPE. “Kita sudah patuh dengan ketentuan dari pemerintah daerah yang dituangkan. Kalau tentang perekrutan dari ring 1 diskusinya dengan Disnaker. Dalam segi moral dan spritual, kita tetap setia dengan aturan tempat tinggal saat ini,” tuturnya. (Riko)