Krakatau Steel Produksi Baja Komersial Perdana dari Hasil Blast Furnace

Karyawan Krakatau Steel saat memantau produksi baja komersial dari hasil blast furnace

CILEGON – Tepat di hari ulang tahun ke-49, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk melakukan produksi perdana baja gulungan canai panas (hot rolled coil) dari hasil produk pabrik peleburan baja terbarunya, Blast Furnace.

Baja yang diproduksi difasilitasi Hot Strip Mill ini memiliki kualitas free good atau prime sehingga memenuhi spesifikasi baja komersial. Lima buah slab baja berhasil di-rolling di HSM ini dengan tebal 4mm dan lebar 1200mm serta panjang 11.600 mm. Total beratnya adalah 22,9 ton untuk masing-masing hot rolled coil.

Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan, sebelumnya, hasil produk dari Blast Furnace yang berupa hot metal atau baja cair ini dibawa ke pabrik slab baja (Slab Steel Plant) milik Perseroan untuk dilakukan pencetakan (casting) menjadi slab baja. Pabrik Slab Baja ini juga berperan untuk mengatur komposisi kimia dari suatu produk baja sehingga memenuhi kualifikasi untuk penggunaan baja tertentu yang diinginkan.

“Dengan menggunakan input-an baja cair dari Blast Furnace. Kami mampu menurunkan konsumsi penggunaan listrik dan elektroda. Konsumsi listrik bisa kami turunkan hingga sekitar 30 persen,” ujarnya.

Ia menambahkan, penurunan listrik ini dikarenakan pabrik slab baja menerima material dalam bentuk baja cair panas, sehingga peleburan baja menjadi lebih sedikit. Energi untuk pemanasan hanya digunakan untuk mempersiapkan tungku yang diisi besi sponge dan scrap (besi tua) untuk menerima baja cair panas dari blast furnace. Saat ini perseroan sedang melakukan evaluasi untuk menguji keandalan dan efisiensi pengoperasian Blast Furnace.

“Dalam setiap penugasan, saya selalu mendorong penyelesaian masalah yang ada, terutama masalah yang menahun. Oleh karena itu, manajemen Krakatau Steel saat ini berkomitmen untuk menyelesaikan setiap proyek dan permasalahan Perseroan yang saat ini dihadapi. Penyelesaian proyek Blast Furnace ini adalah bagian dari upaya yang dilakukan manajemen saat ini guna menyelesaikan proyek yang seharusnya selesai,” katanya.

Dengan diproduksinya baja slab dan HRC yang bersumber dari Blast Furnace akan mendorong perseroan untuk menghasilkan produk high value added yang dimulai dari produksi di area hulu (Blast Furnace dan SSP). Hal ini berdampak pada peningkatan daya saing Perseroan.

“Harapannya produk baja kualitas perseroan dapat berkompetisi dengan baik, dengan catatan iklim tata niaga baja yang sehat dapat diciptakan di pasar dalam negeri,” katanya. (skn/zee/ags)