Kramatwatu Tambah Pemasangan 6.400 Jargas

Kasi Ekbang Pemerintah Kecamatan Kramatwatu (berdiri kedua dari kanan) meninjau pemasangan jargas oleh pihak PGN di Kecamatan Kramatwatu, kemarin.

KRAMATWATU – Pemasangan Jaringan Gas (Jargas) di Kecamatan Kramatwatu bertambah. Perusahaan Gas Negara (PGN) menambah sekitar 6.400 jargas untuk warga di lima desa wilayah Serang Barat tersebut.

Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Kecamatan Kramatwatu, Mamak Abror mengungkapkan, di Kecamatan Kramatwatu sudah terpasang 5.043 Jargas yang diluncurkan oleh Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah pada 2018. “Sekarang ada penambahan kuota lagi, sekitar 6.400 jargas,” ungkap Abror kepada Radar Banten melalui sambungan telepon seluler, Kemarin (21/6).

Abror mengatakan, 6.400 Jargas dipasang di lima desa Kecamatan Kramatwatu. meliputi Desa Kramatwatu, Harjatani, Lebakwana, Pelamunan, dan Desa Margatani. “Sekarang sedang proses pengerjaan,” terangnya.

Pemasangan jargas gelombang kedua itu, kata Abror, sekaligus mengevaluasi proses teknis pemasangan tahap pertama. Salah satunya, bekas pengerukan pemasangan jargas akan dirapikan kembali. “Setelah dikeruk hendaknya dirapikan kembali seperti paving blok,” terangnya.

Berdasarkan hasil evaluasinya, lanjut Abror, Jargas di Kecamatan Kramatwatu sudah digunakan dan dinikmati masyarakat di wilayahnya. Proses pembayaran jargas juga lebih mudah, bisa melalui outlet-outlet yang sudah bekerjasama dengan PGN. Pembayaran bisa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat. “Pembayaran jargas bisa menambah pengasilan BUMDes,” tandasnya.

Sementara itu, Humas PGN, Hengky Saputra mengatakan, penambahan jargas merupakan usulan masyarakat yang disampaikan melalui Bupati Serang. Saat ini, penambahan jargas masih tahap pengerjaan. “Pengerjaan sampai November,” ungkapnya.

Dijelaskan Hengky, jargas merupakan program yang dibiayai negara untuk konsumen rumahan. Keunggulannya, masyarakat tidak akan lagi mengalami kelangkaan gas elpiji, penggunaan lebih murah, dan lebih safety dari kecelakaan gas. “Berdasarkan hasil evaluasi kita, penggunaannya 50 persen lebih murah dari tabung gas,” klaimnya.

Kecamatan Kramatwatu, sambung Hengky, menjadi pilot project pemasangan Jargas di Kabupaten Serang. Selama ini, ia mengklaim, tidak mendapat keluhan dari masyarakat. “Kalau program di suatu wilayah terbilang berhasil, ini bisa kemungkinan juga meluas ke wilayah lainnya,” pungkasnya. (jek/zai)