Kreatif, Batok Kelapa Disulap Jadi Peralatan Rumah Tangga

Kerajinan Tangan
Ata Suhata menjanjakan hasil kerajinannya di pameran dalam rangka menyambut HUT ke-142 Kabupaten Pandeglang di Alun-alun Pandeglang, kemarin. (Foto: Iman)

PANDEGLANG – Ata Suhata (32), warga Kampung Mekarsari, Desa Cikadu, Kecamatan Cibitung, mampu menyulap limbah batok kelapa menjadi berbagai kerajinan peralatan rumah tangga. Seperti mangkuk, gelas, teko, asbak, dan tempat menyimpan pensil.

Ata berharap, kerajinan yang dibuatnya mendapatkan dukungan dari pemerintah agar kerajinannya semakin berkembang. Selain itu, diharapkan bisa menjadi ikon serta cenderamata khas Kabupaten Pandeglang. “Saya punya mimpi kerajinan ini harus terus berkembang di Kabupaten Pandeglang. Untuk itu, sangat penting juga mendapatkan dukungan dari pemerintah agar masyarakat bisa diperdayakan secara ekonomi,” kata Ata yang ditemui ketika menjajakan hasil kerajinannya di Alun-alun Pandeglang, Minggu (3/4/2016) seperti dilansir Harian Radar Banten.

Menurutnya, untuk mempromosikan barang-barang hasil kreasinya dilakukan melalui media online (Facebook). Sebab, saat ini pihaknya mengaku belum memilik tempat yang strategis di pusat kota. Padahal, kreasi hasil buatannya tersebut tergolong murah karena ia menarif harga Rp25-Rp75 ribu.

“Harga gelas, asbak, dan mangkuk itu Rp25 ribu, harga tempat pensil itu Rp35 ribu dan harga teko Rp70ribu. Kalau ingin terhitung murah, kami juga menyediakan satu paket isinya teko, gelas, dan asbak dengan harga Rp100 ribu,” jelasnya.

Terpisah, Sekertaris Fraksi Demokrat DPRD Pandeglang Iing Andri Supriadi berharap, dengan adanya kreativitas, masyarakat perlu mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah. Dengan banyaknya masyarakat yang memiliki kreativitas bisa meningkatkan perekonomiannya. “Ini perlu kita dukung bersama. Untuk itu, nanti akan kita komunikasikan dengan instansi terkait,” katanya. (RB/mg-03/zis/dwi)