Kreativitas Warga RT 03 Calung di Lingkungan Padat Diuji

0
955 views

SERANG – Lingkungan padat. Jalan gang yang sempit. Kondisi ini menjadi tantangan bagi warganya. Mereka dituntut bisa menghadirkan lingkungan yang sesuai kategori Lomba Resik Lan Aman (LRLA) Kota Serang 2020.

Kondisi perkampungan semacam itu, di RT 03 RW 01, Lingkungan Calung, Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Serang, sempat membuat warganya ragu untuk mengikuti lomba. Terlebih, dana stimulan untuk penataan RT dari Pemkot Serang, sebesar Rp5 juta, belum diterima pengurus RT ini ketika perlombaan digulirkan.

“Warga kami awalnya ragu kalau lingkungan kami mengikuti lomba (LRLA Kota Serang 2020-red). Tapi setelah saya mulai melakukan penataan, warga menyambut positif dan semua turun membantu. Yang paling semangat muda-mudi di lingkungan sini,” ungkap Ketua RT 03 Yayan Sofian pada Kamis (18/6).

Saat menghadapi penilaian tahap pertama, pembiayaan penataan lingkungan RT ini menggunakan uang kas pemuda. Setelah dana stimulan yang disalurkan melalui Pemerintah Kelurahan Kotabaru itu turun, penataan dilanjutkan kembali. Warga memfokuskan perhatiannya pada dua jalan masuk ke lingkungan mereka.

Dua jalan sempit di RT ini tengah dihias. Warga melukisnya dengan cat. Gapura juga tengah dibangun. Kegiatan ini dilakukan warga siang-malam. Warga bahu-membahu mengejar ketinggalan mereka.

Penataan lingkungan di bagian dalam perkampungan padat ini, jelas Yayan, tidak akan banyak dilakukan. “Di dalam lingkungan, kami akan siasati dengan penghijauan dan menjaga kebersihan. Lingkungan kami sempit, bingung menatanya,” ujarnya.

Ketua Pemuda RT 03 Wawan Setiawan menambahkan, pengecatan masih akan diteruskan. Penghijauan pun sudah dimulai di beberapa titik lingkungannya. Warga menanam tanaman jenis sayur menggunakan pot gantung.

“Lingkungan kami sempit, jadi agak susah. Kami menyiasatinya dengan pot gantung dan tanaman rambat. Sekarang (penghijauan-red) sudah dimulai. Semoga ketika penilaian, sudah terlihat hasilnya,” harap Wawan.

“Dana dari kelurahan sudah habis. Sekarang kami hanya mengandalkan dari swadaya masyarakat, jadi agak tersendat. Tapi penataan tetap kami lanjutkan,” pungkas Wawan. (rio/don)