SERANG – Demo mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jabotabeka-Banten berujung bentrok dengan aparat kepolisian di depan gerbang KP3B, Kota Serang, Kamis (11/4). Demo yang mengkritisi kinerja Gubernur Banten Wahidin Halim itu memanas begitu mahasiswa membakar ban bekas.

Demo dimulai sekira pukul 14.00 WIB. Awalnya mahasiswa itu hanya melakukan orasi di depan gerbang KP3B yang menuju kantor Gubernur. Demo itu juga dikawal ketat oleh aparat kepolisian. Bahkan, satu unit mobil water cannon juga disiapkan di lokasi tersebut.

Sekira pukul 14.39 WIB, mahasiswa membawa ban dan membakarnya tepat di depan gerbang KP3B. Bentrok terjadi saat polisi huru hara berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam kebakaran, tapi diadang oleh massa. Seketika itu, mahasiswa dan polisi bentrok. Kejar kejaran dan baku hantam pun terjadi di depan pusat pemerintahan tersebut. Dua mahasiswa kena pukul, sedangkan tiga orang mahasiswa diamankan aparat kepolisian ke dalam KP3B.

Satu dari dua mahasiswa yang terluka itu pun akhirnya dibawa oleh temannya ke RSUD Banten dengan menggunakan sepeda motor. Namun, saat itu para mahasiswa pun masih bersitegang dengan polisi. Sejumlah mahasiswa pun meneriaki para aparat dan mengatakan bahwa teman mereka akan divisum.

Sekira pukul 16.00 WIB, Kapolres Serang Kota AKBP Firman Affandi dan Kompol M Andra Wardhana datang ke KP3B. Tiga mahasiswa yang semula diamankan pun dilepaskan. Dua di antaranya dalam posisi terluka. Tak lama setelah itu, para mahasiswa menarik diri. (Rostinah)