Kroasia Taklukkan Argentina 3-0

0
73
Ante Rebic menjadi pencetak gol pertama Kroasia ke gawang Argentina. Foto: Fifa.com

Argentina menelan kekalahan telak 0-3 dari Kroasia pada laga kedua Grup D Piala Dunia 2018 di Stadion Nizhny Novgorod, Jumat (22/6) dini hari WIB. Hasil ini membuat Lionel Messi dan kawan-kawan kian sulit untuk bisa lolos dari fase grup.

Dimotori oleh megabintang asal Barcelona, Lionel Messi, Tim Tango langsung menyengat sejak awal laga. Beberapa peluang mampu diciptakan anak asuh Jorge Sampaoli itu ke gawang Kroasia kawalan Daniel Subasic. Bahkan, pada pertengahan babak pertama Argentina nyaris membuka skor melalui peluang emas Enzo Perez. Sial bagi Perez, bola sepakan ke gawang yang sudah kosong ditinggal Subasic, justru masih melenceng tipis di sisi kanan.

Pada masa injury time babak pertama, Kroasia coba membalas melalui skema serangan balik. Umpan jauh Luka Modric diterima Ante Rebic yang berlari bebas. Namun, bola sepakan kaki kanan Rebic masih melambung di atas gawang Wilfredo Caballero.

Alhasil, skor kacamata bertahan sampai wasit meniup peluit akhir babak pertama. Selama 45 menit lebih, Argentina mendominasi dengan 56 persen penguasaan bola berbanding 44 persen milik Kroasia.

Meski begitu, lini depan Albiceleste masih mandul. Terbukti mereka hanya sanggup melepas 2 tembakan, sedangkan Kroasia 3 kali. Di babak pertama wasit juga hanya mengeluarkan satu kartu kuning, yakni untuk Rebic dari kubu Kroasia.

Selepas jeda, Argentina masih mencoba tampil menekan. Namun, akibat keasyikan menyerang justru menimbulkan petaka di lini belakang. Pada menit ke-53, skema serangan balik cepat Kroasia memaksa sebuah blunder fatal dilakukan kiper Wilfredo Caballero.

Caballero yang menerima operan dari rekan setimnya, gagal menendang bola dengan baik. Bola yang bermaksud dihalau jauh, justru melambung pelan ke arah geladnang serang Kroasia, Ante Rebic.

Rebic yang berdiri bebas langsung menyambar bola dengan tendangan akrobatik. Bola melambung melewati jangkauan Caballero dan melesak ke dalam gawang. Raut penyesalan langsung terpancar di wajah kiper kedua Chelsea itu.

Blunder berujung gol itu ternyata langsung meruntuhkan mental Argentina. Meski sudah memasukka Gonzalo Higuain dan Paulo Dybala, Argentina masih saja kesulitan membongkar pertahanan Kroasia.

Alih-alih menamakan skor, Argentina justru kian terpuruk saat kapten Kroasia, Luka Modric, mencetak gol pada menit ke-80. Modric melepas tembakan keras dari luar kotak penalti yang bolanya menghujam ke pojok gawang Caballero.

Bahkan, Kroasia mampu menambah keunggulan saat Ivan Rakitic kembali mengoyak gawang Caballero pada masa injury time babak kedua. Skor 3-0 untuk kemenangan Kroasia atas Argentina menjadi penghias akhir pertandingan.

Pada laga itu, bintang Argentina Lionel Messi tak mampu menunjukkan tuah laiknya di level klub bersama Barcelona. Meski Argentina mendominasi permainan, tapi cuma mampu melepas tiga tembakan tepat ke gawang dari total 10 percobaan.

Sementara, Kroasia yang cuma mencatat 42 persen penguasaan bola justru sanggup melepas 5 shot on target dari total 15 tembakan. Ketajaman lini depan Argentina yang dimotori Messi dibuat tumpul. Sementara, kelemahan lini tengah dan belakang tim besutan Jorge Sampaoli bisa dieksploitasi para pemain Kroasia.

Kapten Kroasia, Luka Modric, membeberkan rahasia sukses timnya mampu membuat Messi mati kutu. Menurut pencetak salah satu gol Kroasia dan juga peraih man of the match itu, semua aliran bola kepada Messi sukses diputus.

“Kami mematikan Messi, menghentikan dia menerima bola. Dia pemain paling berbahaya,” ujar Modric dilansir JawaPos.com dari laman resmi FIFA.

Modric pun mengakui bahwa perjuangan Kroasia untuk memenangi laga tak diraih dengan mudah. Skor telak 3-0 menurutnya bukan mutlak berarti Kroasia bisa bermain leluasa melawan Tim Tango.

“Kemenangan kami terlihat diraih dengan mudah. Tapi nyatanya tidak mudah. Saya pikir kami pantas menang, tapi sekali lagi tidak mudah. Gol pertama di babak kedua tercipta karena kesalahan lawan. Kami memainkan laga sempurna menghadapi tim hebat,” tutur pemain asal klub Real Madrid tersebut.

Hasil pertandingan itu membuat Argentina kian sulit untuk bisa melaju ke babak gugur. Saat ini mereka baru mengantongi 1 poin hasil imbang lawan Islandia dan kekalahan dari Kroasia. Sementara, Kroasia mencatat hasil sempurna, 6 poin, dari dua kemenangan atas Nigeria dan Islandia. (ira/JPC/JPG)

SUSUNAN PEMAIN

Argentina (3-4-3): 23-Wilfredo Caballero; 2-Gabriel Mercado, 17-Nicolas Otamendi, 3-Nicolas Tagliafico, 18-Eduardo Salvio (Cristian Pavon 56), 14-Javier Mascherano, 15-Enzo Perez (Paulo Dybala 68), 8-Marcos Acuna, 10-Lionel Messi, 19-Sergio Aguero (9-Gonzalo Higuain 54), 13-Maximiliano Meza
Pelatih: Jorge Sampaoli

Kroasia (4-2-3-1): 23-Danijel Subasic; 2-Sime Vrsaljko, 21-Domagoj Vida, 6-Dejan Lovren, 3-Ivan Strinic; 11-Marcelo Brozovic, 7-Ivan Rakitic; 18-Ante Rebic (Andrej Kramaric 57), 10-Luka Modric, 4-Ivan Perisic (Mateo Kovacic 82); 17-Mario Mandzukic
Pelatih: Zlatko Dalic

Wasit: Ravshan Irmatov (Uzbekistan)
Kartu Kuning: Gabriel Mercado 51′, Nicolas Otamend 85′, Marcos Acuna (Argentina) – Ante Rebic 39′, Mario Mandzukic 59′, Sime Vrsaljko 67′ (Kroasia)
Kartu Merah: –