CILEGON – Sekira 2.868 buruh terancam kehilangan pekerjaan bila PT Krakatau Steel tidak memperpanjang
kontrak dengan sejumlah vendor.

Ketua Federasi Serikat Pekerja Baja Cilegon (FSPBC) Safrudin
menjelaskan, berdasarkan foto salinan memo yang tersebar luas di
kalangan para buruh, kontrak PT KS dengan sejumlah vendor outsourcing
akan berakhir pada 31 Agustus mendatang.

Safrudin menjelaskan,  2.868 buruh yang terancam kehilangan pekerjaan
merupakan karyawan dengan status karyawan dengan perjanjian kerja
Waktu tidak tertentu (PKWTT).

“Kami menolak karena tidak ada langkah-langkah yang konkret dilakukan
PT KS. Ini belum inkrah. Harusnya keputusannya diambil melalui
pengad
depan kantor Walikota Cilegon, Rabu (17/7).

Agar surat itu ditarik kembali oleh pihak direksi PT KS, buruh
melakukan unjuk rasa dan audiensi dengan Walikota Cilegon Edi Ariadi,
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon, Disnaker Provinsi Banten,
Polda Banten, Kapolres Cilegon AKBP Rizky Agung Prakoso, dan Dandim
Cilegon Letkol Arm. Rico Ricardo Sirait di ruang rapat Walikota
Cilegon.

Dengan adanya audiensi itu, buruh berharap pemerintah berjuang agar
rencana pemutusan kontrak tersebut dibatalkan oleh pihak PT KS. (Bayu Mulyana)