KSKP Merak Berhasil Gagalkan Penyelundupan Motor

Motor yang hendak dibawa menyeberang ke Pulau Sumatera berhasil digagalkan oleh Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Merak sedang terparkir di halaman kantor KSKP Merak, Senin (11/6).

PULOMERAK – Sebanyak tiga unit kendaraan roda dua terdiri atas satu unit jenis Honda Vario dan dua unit jenis Honda Beat yang hendak diselundupkan ke Sumatera diadang oleh petugas Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Merak sekira pukul 00.30 WIB pada Selasa (5/6) lalu.

Informasi yang diperoleh, petugas yang mendapatkan informasi adanya penyeberangan tiga unit motor tanpa dilengkapi surat-surat. Petugas mencurigai salah satu kendaraan roda empat minibus jenis APV dengan nomor polisi BE 2126 RA yang hendak menyeberang ke Sumatera. Diduga kendaraan itu membawa tiga unit motor yang dipereteli tanpa dilengkapi surat-surat. Mobil yang hendak melintas itu, langsung digiring dan diamankan oleh petugas.

Setelah petugas mengecek ke dalam kendaraan itu, ternyata benar sebanyak tiga unit kendaraan roda dua yang sudah dipereteli ada di dalam minibus itu. Selain tidak memiliki surat-surat kendaraan, tiga unit motor itu juga tidak memiliki nomor polisi. Kondisi tiga unit motor itu masih dalam keadaan baru dan belum ada bekas goresan sama sekali.

Saat ini kendaraan pengangkut minibus jenis APV itu dan tiga unit motor diamankan di kantor KSKP sebagai barang bukti. Sopir yang dimintai keterangan oleh petugas tidak tahu-menahu soal kelengkapan surat-surat motor yang dibawanya lantaran dirinya hanya mendapatkan titipan dari Aan. Petugas saat ini sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso melalui Kapolsek KSKP Merak AKP Salahudin membenarkan informasi salah satu kendaraan yang hendak menyeberang ke Sumatera mengangkut tiga unit motor tanpa surat surat. “Sopir bilangnya sih hanya titipan dari Aan. Saat ini kami tengah melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut,” katanya saat ditemui di kantornya pada Senin (11/6).

Kata Salahudin, sopir kendaraan APV saat ini dibebaskan lantaran memang tidak mengetahui dan juga dipintai keterangan guna penyelidikan. Namun, barang bukti sebanyak tiga unit motor dan satu unit kendaraan APV masih diamankan oleh pihaknya. “Kami masih amankan barang bukti itu guna penyelidikan,” ujarnya.

Salahudin juga mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan pengecekan terhadap tiga unit kendaraan itu. Namun, diketahui kendaraan itu bukan berasal dari wilayah Banten. “Yang jelas kendaraan itu dari luar Banten, kalaupun dari Banten itu pasti sudah ke cek sama kita,” ungkapnya. (Adi/RBG)