KSPSI Minta Pengusaha Bayar THR

0
499 views
HM Yogi Rochmat

Waktunya H-7 Sebelum Lebaran

RANGKASBITUNG – Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Lebak meminta perusahaan yang masih memperkerjakan karyawan untuk memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada karyawan maksimal pada H-7 Lebaran Idul Fitri.

Selain itu, KSPSI juga meminta agar Dinas Tenaga dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Lebak untuk turun langsung melakukan monitoring. Sehingga, hak karyawan untuk mendapatkan THR dapat terlindungi.

“Tentunya, di tengah situasi pandemi global Covid- 19 ini perusahaan yang masih memperkerjakan karyawannya wajib memberikan THR. Tapi, memang untuk perusahaan skala kecil besarannya disesuaikan dengan kemampuan perusahaan,” kata Ketua KSPSI Kabupaten Lebak Yogi Rahmat, kemarin.

Yogi menyarankan, Disnaker untuk lebih aktif melakukan monitoring pembagian THR dari para perusahaan itu. “Disnaker jangan menunggu laporan dari perusahaan. Tapi, harus monitoring langsung. Pergunakan lembaga tri partit untuk monitoring,” kata sekretaris DPD Partai Golkar Lebak ini.

Yogi menegaskan, pembayaran THR terhadap buruh selambat-lambatnya harus dilakukan pada H-7. Katanya, KSPSI siap mengawal dan mengawasi realisasi THR dari pengusaha tersebut. Jika ada pengusaha yang tidak memberikan THR, maka akan langsung dilaporkan kepada tim pengaduan THR di Disnakertrans Lebak.

“Kami intruksikan kepada anggota KSPSI untuk melapor, jika ada pengusaha yang tidak memberikan THR. Kita akan advokasi dan bawa masalah ini ke Disnakertrans,” katanya seraya mengatakan, pemberian THR merupakan kewajiban pengusaha setiap tahun.

Terpisah, Sekretaris Disnakertrans Kabupaten Lebak Octavianto Arief berjanji, pekan depan instansinya akan turun ke perusahaan-perusahaan untuk menyosialisasikan pemberian THR untuk karyawan. Namun demikian, kata Octavianto, telah ada beberapa perusahaan yang telah menyampaikan langsung soal pemberian THR.

“Setelah pertengahan Ramadan ini kita akan turun ke perusahaan sekaligus memberikan surat imbuan pembayaran THR kepada karyawan. Sudah ada beberapa perusahaan yang menyampaikan ke kita yang akan memberikan THR dan telah ada kesepakatan dengan karyawan,” ujar Octa.

Octa berharap, ditengah pamdemi Covid- 19, para pengusaha di Lebak dapat memberikan THR kepada para karyawan maksimal pada H-7 Lebaran.

“Tentunya, jika ada perusahaan yang tidak memberikan THR, maka karyawan perusahaan dapat mengadukan masalah tersebut kepada Disnakertrans. Oleh karena,  pemerintah mengharuskan perusahaan memberikan THR kepada para buruh,” katanya seraya mengatakan, jumlah perusahaan di Lebak kurang dari 50 perusahaan. (nce/zis)