Syaeful Bahri

CILEGON – KPU Kota Cilegon memberikan bimbingan teknis, pembekalan, dan simulasi verifikasi faktual dukungan pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Banten jalur perseorangan kepada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS), Selasa (23/8/2016). Verifikasi ini dimulai pada 23 Agustus hingga 3 September 2016.

Komisioner KPU Provinsi Banten Syaeful Bahri menjelaskan, tiga verifikator akan memeriksa KTP dukungan ke setiap kelurahan.

“Para anggota PPK harus mendatangi satu-persatu warga yang memberikan dukungan terhadap calon dan menanyakan dukungannya. Apabila warga itu tidak mendukung maka petugas akan mencoret dukungan” ujar Syaeful.

Disinggung mengenai pencatutan KTP untuk dukungan, Syaeful mengaku tidak menutup kemungkinan karena telah terjadi. Salah termasuk Komisioner KPU Kota Cilegon, yang KTP-nya dicatut

“Saya tidak bisa menjawab siapa komisioner KPU yang dicatut, pokoknya ada salah satu komisioner KPU Kota Cilegon. Untuk bakal calon atau timses yang mencatut juga kita tidak bisa menjawabnya karena itu menyangkut kode etik terhadap pasangan bakal calon. Yang pasti kita mendesak kepada salah satu Komisioner KPU Kota Cilegon yang KTP nya dicatut agar mengisi formulir BA5KWK (surat pernyataan tidak mendukung)” katanya.

Sementara itu untuk Kota Cilegon dari 43 kelurahan, warga Kelurahan Purwakarta terbanyak yang memberikan dukungan fotokopi KTP untuk bakal calon gubernur jalur perseorangan, sekitar 688 dukungan, untuk pasangan Yayan Sofyan-Ratu Siti Enong Roudhotul Jannah berjumlah 639 dan pasangan Achmad Dimyati Natakusumah dan Yemmelia berjumlah 49 dukungan (Riko).