Kualitas Guru harus Terus Ditingkatkan

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah melepas peserta jalan santai dalam acara peringatan HUT PGRI ke-73 di halaman Pemkab Serang, Selasa (27/11).

SERANG – Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah meminta guru untuk dapat meningkatkan kualitasnya. Tujuannya, untuk mencegah pengaruh era globalisasi yang akan memengaruhi perkembangan siswa.

Hal itu disampaikan Tatu saat membuka acara hari ulang tahun (HUT) ke-73 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di halaman Pemkab Serang, Selasa (27/11). Acara juga dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Serang Tubagus Entus Mahmud Sahiri, Ketua DPRD Kabupaten Serang Muhsinin, dan sejumlah pejabat lainnya. Acara diawali dengan jalan sehat yang diikuti ratusan guru.

Tatu mengatakan, beberapa upaya sudah dilakukan Pemkab Serang untuk meningkatkan kualitas guru. Di antaranya dengan mengadakan kegiatan pelatihan-pelatihan yang menjadi agenda rutin untuk meningkatkan kapasitas guru. Lantaran itu, kata Tatu, momentum HUT PGRI harus dijadikan ajang evaluasi seluruh pihak, khususnya yang berprofesi guru.

“Kualitas guru masih menjadi PR (pekerjaan rumah) Pemkab. Harus sama-sama kita sikapi dan menjadi kajian yang lebih penting,” pintanya.

Hal lain yang harus menjadi perhatian, kata Tatu, yakni kondisi siswa didik. Cara mendidik siswa, menurut Tatu, saat ini berbeda dengan dulu seiring perkembangan zaman. “Jangan hanya pendidikan formal, tapi juga pendidikan karakter. Boleh guru dengan siswa dekat, tapi harus dijaga etika dan sopan santunnya sehingga pendidikannya utuh,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang Asep Nugrahajaya menambahkan, peningkatan kompetensi guru menjadi bagian terpenting yang harus diperhatikan semua pihak. Terlebih pada zaman milenial yang memengaruhi perkembangan siswa. Menurut Asep, kualitas guru di Kabupaten Serang sudah bisa bersaing dengan daerah lainnya. Asep bahkan mengaku sudah mengirimkan empat guru untuk mengikuti simposium nasional. “Guru di Kabupaten Serang dapat diperhitungkan. Saya berharap, bukan hanya berakhir pada kualitas guru saja, tetapi juga kualitas siswanya,” harapnya. (Rozak/RBG)