Kualitas Markah Jalan di Ruas Banjarsari-Malingping Buruk

Markah jalan
Markah jalan di ruas Jalan Banjarsari - Malingping yang sudah pudar dan mengelupas, kemarin. Padahal, markah jalan itu baru dikerjakan dua bulan. (Foto: Yudha)

BANJARSARI – Pengecatan markah atau pembatas jalan di sepanjang ruas Jalan Banjarsari – Malingping dinilai warga Lebak Selatan (Baksel) asal-asalan. Soalnya, cat markah jalan yang baru sekira satu bulan itu kini kondisinya sudah buram dan banyak yang mengelupas. Kondisi ini, tentu saja sangat membahayakan bagi para pengguna jalan terutama saat malam hari.

Pantauan Radar Banten kemarin, cat markah jalan yang berwarna kuning pada bagian pinggir jalan sudah banyak yang hilang. Di beberapa ruas jalan, warna cat juga tidak terlihat terang atau buram. Padahal, marka jalan itu merupakan rambu lalu lintas yang seharusnya terlihat jelas agar pengguna jalan bisa mengontrol kendaraan. “Coba saja kalau malam hari, itu (marka jalan-red) enggak kelihatan sama sekali, hal ini tentu membahayakan para pengguna jalan,” kata seorang warga Malingping, Yayat Bily kepada Radar Banten, kemarin.

Yayat menuding, cat yang digunakan untuk marka jalan tidak sesuai spesifikasi. Soalnya, dalam penggunaan jenis cat dan pengoperasian alat saat melakukan pengecatan juga kurang dari pengawasan. Jenis cat yang digunakan merupakan jenis cat cold paint cold atau jenis cat sementara yang biasanya digunakan untuk pre-marking. “Menurut informasi itu anggarannya Rp100 ribu per meter. Seharusnya kalau dengan anggaran yang cukup besar itu hasilnya dapat maksimal tidak jelek seperti ini,” ujar Yayat sambil menunjukkan marka jalan yang sudah mengelupas.

Saat dihubungi wartawan, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Pembangunan Jalan Simpang-Malingping-Banjarsari pada Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (DBMTR) Provinsi Banten Sendi mengatakan, terkelupasnya cat markah jalan itu dikarenakan pekerjaan bahu jalan masih tanggung jawab kontraktor. “Sebelum dibayar akan dilaksanakan pekerjaan markah ulang. Jadi sampai sekarang itu belum kami bayar,” katanya lewat pesan singkat.

Masalah banyaknya cat marka jalan yang saat ini terkelupas, terang dia, itu terjadi karena terkena gesekan grader sehingga cat jadi terkelupas. “Kalau jenis cat yang digunakan itu jenis high temp engineering grade,” paparnya.

Sayangnya, Kepala Proyek Pembangunan Jalan Simpang-Malingping-Banjarsari pada PT Nindya Karya, Mukayan, saat dihubungi melalui sambungan telepon tidak merespons panggilan wartawan. (RB/duy/sr/ags)