Kualitas Udara Banten Menurun

SERANG – Kualitas udara di Banten menurun. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten, Indeks Kualitas Udara (IKU) tahun 2017 sebesar 75,36. Sementara tahun 2018 sebesar 72,44.

Kepala DLHK Provinsi Banten M Husni Hasan mengatakan, meskipun turun, tapi klasifikasi dan rentang nilai Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Banten di angka 72,44, masih dalam kategori cukup.

“Nilai 66 sampai dengan 74 itu nilainya cukup. Nilai 74 sampai 82 kategorinya baik,” ujar Husni di sela-sela uji emisi kendaraan di KP3B, Kota Serang, Rabu (14/8).

Husni mengatakan, gedung-gedung yang menggunakan air conditioner (AC) untuk mematikannya saat tak digunakan. Di KP3B misalnya. Lantaran AC yang hidup itu dapat merusak lapisan ozon. “Jadi kalau tidak dipakai dimatikan,” saran Husni.

Ia mengungkapkan, kualitas udara cukup baik, tapi kadang kala karena ada pembakaran sampah dan AC menyala 24 jam, maka kualitas udara menjadi tidak sehat. Namun, dari empat titik pantau lainnya seperti Balaraja, Ciputat, Alun-alun Barat Kota Serang, kualitas udara masih hijau, artinya masih sehat.

“Di KP3B, walaupun pohonnya rimbun, tapi karena ada pembakaran sampah adan AC yang selalu nyala, itu merusak ozon,” terang Husni.

Untuk mengetahui kualitas udara di KP3B, salah satu yang dilakukan adalah uji emisi, sesuai dengan instruksi Gubernur Banten Wahidin Halim. Uji emisi ini dilakukan secara periodik. (Rostinah)