‘Kuda Sultan Ageng Tirtayasa’ Bersandar di Kecamatan Pontang

Patung KUda
Kondisi patung Sultan Ageng Tirtayasa di pagar kantor Kecamatan Pontang. (Foto: Arifin Noer la Galigo)

SERANG – Patung Sultan Ageng Tirtayasa menaiki kuda yang dulu menjadi monumen kebanggaan warga Serang kini dalam kondisi memprihatinkan. Sejak akhir bulan lalu, patung kuda sultan tersebut bersandar di depan kantor Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang.

“Kondisinya memprihatinkan. Beberapa bagian sudah pecah. Bagian tubuh sultan sudah terpisah dari punggung kudanya,” ujar Arifin Noer la Galigo, fotografer yang tak sengaja melihat keberadaan patung tersebut, Kamis (25/2/2016).

Patung Sultan Ageng Tirtayasa ini merupakan karya perupa ternama nasional Yusman. Alumni ISI Yogyakarta tersebut membuat patung ini pada 1998. Pada era Bupati Serang (almarhum) Bunyamin pada tahun 2003, patung yang dipasang di bunderan Kebon Jahe ini dibongkar bersamaan dengan pembongkaran Patung Keluarga Berencana di dekat pintu tol Serang Timur. Rencana pembongkaran itu sempat mendapat penolakan dari para seniman. Namun pemerintah daerah bersikukuh membongkar patung tersebut dengan dalih khawatir patung tersebut menjadi berhala dan dalih penyebab kemacetan.

Setelah pembongkaran tersebut, keberadaan patung itu tak diketahui rimbanya. Padahal sejumlah pihak berharap patung berbahan fiber tersebut bisa dipasang kembali misalnya di kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) atau di depan Pendopo Gubernur Banten agar menjadi ikon daerah.

Pada penghujung tahun 2015, penyair Ibnu PS Megananda menemukan patung tersebut di salah satu kantor dinas Pemkab Serang. Dengan berbagai upaya, Ibnu meminta agar patung tersebut bisa dipasang di daerah Pontang atau Tirtayasa.

Gito Waluyo, Komite Seni Rupa Dewan Kesenian Banten mengharapkan patung itu agar segera direstorasi lalu dipasang kembali di tempat yang layak. “Tidak semua provinsi punya monumen karya seniman besar seperti karya Pak Yusman,” ujarnya. (qizink)