Kunjungan Wisata Pantai Merosot

Sejumlah wisatawan bermain menikmati di wisata Pantai Florida, Kecamatan Cinangka, Minggu (13/9) yang terlihat sepi pengunjung.

SERANG – Pemberlakukan Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB) di Banten ternyata berdampak terhadap kunjungan di kawasan objek wisata Anyar-Cinangka. Terutama pengunjung pantai disebutkan merosot hingga 70 persen.

Pantauan Radar Banten di Pantai Florida dan Pantai Pasir Putih Landai Tanpa Karang, Kecamatan Cinangka, Minggu (13/9) yang memasuki hari libur, jumlah wisatawan tidak seramai biasanya. Arus lalu lintas juga tidak padat seperti pekan-pekan sebelumnya.

Warga Desa Sindanglaya, Kecamatan Cinangka Ahmad Rosidi mengakui, kunjungan wisatawan di kawasan wisata Anyar-Cinangka tidak seramai biasanya. Menurutnya, pengunjung wisata berukurang setelah diberlakukannya PSBB. “Kalau biasanya ramai banget minggu-minggu kemarin. Sekarang agak sepi,” ujarnya.

Kata Ahmad, arus lalu lintas di jalan kawasan wisata Anyar-Cinangka biasanya padat merayap setiap akhir pekan atau memasuki masa liburan. Kemarin, menurut Ahmad, lalu lintas menjadi renggang.

Senada disampaikan Pengelola Pantai Pasir Putih Landai Tanpa Karang, Asep Saepi yang mengeluhkan kunjungan wisatawan ke pantainya merosot hingga 70 persen. “Kunjungan wisatawan hari ini (kemarin-red) merosot, enggak sampai 30 persen,” keluhnya.

Disebutkan Asep, sebelumnya kunjungan setiap akhir pekan mencapai 4.000 wisatawan. Setelah diberlakukan PSBB, kata Asep, wisatawan yang berkunjung ke pantainya hanya sekira 300 pengunjung. “Biasanya bis besar juga sampai 40 bis, sekarang (kemarin-red) hanya lima bis,” tukasnya.

Situasi ini, menurut Asep, sudah merugikan pengusaha wisata Pantai di sepanjang Jalan Anyar-Cinangka. “Padahal beberapa bulan ke belakang kunjungan wisata sudah mulai pulih. Kalau sudah begini, pasti sepi terus ke depannya,” ujarnya.

Sekadar diketahui, Pemkab Serang menindaklanjuti Peraturan Gubernur (Pergub) soal penerapan PSBB di kabupaten kota seluruh Banten. Meski Pemkab Serang lebih memilih memberlakukan PSBB parsial atau dilakukan di tempat-tempat tertentu, khususnya wilayah yang mempunyai kasus Covid-19 tinggi, tetapi tetap berdampak terhadap sektor pariwisata.

Kepala Bidang (Kabid) Promosi dan Kerjasama Jasa Usaha Wisata pada Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang Bagja Saputra mengakui, pihaknya juga menerima laporan dari pihak perhotelan terkait sepinya kunjungan wisatawan. “Banyak tamu yang cancel (membatalkan) pemesanan kamarnya,” ungkap Bagja yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler, semalam.

Untuk itu, Bagja berjanji, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Provinsi Banten untuk menyikapi persoalan tersebut. Karena, akses menuju kawasan wisata Anyar-Cinangka melewati berbagai kabupaten kota. “Karena kebijakan PSBB juga kan berawal dari Gubernur,” katanya

Terkait itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Serang Tubagus Entus Mahmud Sahiri mengatakan, pihaknya akan melakukan pengetatan penerapan protokol kesehatan Covid-19. Ada beberapa titik yang akan menjadi fokus Pemkab serang dalam penerapan PSBB. Di antaranya kantor pemerintahan, perkantoran swasta dan industri, objek wisata, pasar tradisional, hingga kegiatan masyarakat yang menimbulkan keramaian. “Objek wisata dan industri tidak ditutup, tapi kita perketat penerapan protokol kesehatannya,” jelasnya. (jek/zai)